- 19 Apr 2018
- 2 menit membaca
Diperbarui: 19 Apr
HARI ini, 19 April 1944, sejumlah tempat di Sabang luluh lantak. Keadaan itu disebabkan oleh bombardir udara yang dilancarkan pasukan Sekutu lewat operasi bersandi Cockpit.
Operasi Cockpit dilatarbelakangi oleh permintaan AL Amerika Serikat (AS) yang membutuhkan sebuah operasi pengalihan agar operasi utamanya ke Hollandia (kini Jayapura) tak terusik. Operasi pengalihan itu berfungsi untuk menahan pasukan Jepang di sekitar Selat Malaka agar tak bergerak ke timur.
Untuk keperluan itu, pada awal April 1944 Laksamana Ernest King (kepala operasi AL AS) menemui Laksamana James Somerville (komandan Armada Timur AL Inggris). King menanyakan apakah Armada Timur bisa membuat operasi yang diinginkan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















