top of page

Mengerjai Tentara Pelajar

Setelah tahu dikerjai, tentara pelajar dari Yogyakarta, mengumpat: jancuk, jancuk, jancuk.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tentara Pelajar memasuki Solo 12 November 1949. (Twitter @tukangpulas).

30 Mei 2019
2 menit membaca

Diperbarui: 25 Jun

PADA akhir Januari 1946, satu seksi pasukan tentara pelajar di bawah pimpinan Murdoyo dan Poly Sulistio, dari Yogyakarta tiba di Jetis, asrama TRIP setelah mundur dari Surabaya. Mereka bermaksud bergabung dengan kesatuan TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar).


Setelah melalui latihan kemiliteran, pada suatu malam yang gelap, mereka dibangunkan agar bersiap-siap berangkat ke front untuk menyergap kedudukan Belanda. Semua anggota pasukan berangkat dengan hati berdebar-debar. Mereka bergerak dalam formasi satu-satu ke belakang dengan jarak 1-2 meter dengan teman di depannya. Perintah disampaikan secara beranting.


Mereka berjam-jam bergerak terus, diselingi dengan menikung ke kiri dan kanan, melalui pematang-pematang sawah dan tegalan serta menerobos berbagai perkampungan penduduk. Sekitar jam 03.00 pasukan diperintahkan berhenti dan membentuk posisi pertahanan menyamping serta mencari perlindungan di balik pohon atau gundukan tanah.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
Tradisi lama untuk menyambut musim semi agar mendapatkan kemakmuran dan rezeki di tahun baru.
Tradisi lama untuk menyambut musim semi agar mendapatkan kemakmuran dan rezeki di tahun baru.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Sejak awal diselenggarakan, pesta rakyat tahunan ini tetap mempertahankan fondasi utamanya.
Sejak awal diselenggarakan, pesta rakyat tahunan ini tetap mempertahankan fondasi utamanya.
Cita-cita revolusi kemerdekaan Indonesia tak untuk memperlebar jurang orang kaya dan miskin dan mengabaikan hak-hak minoritas.
Cita-cita revolusi kemerdekaan Indonesia tak untuk memperlebar jurang orang kaya dan miskin dan mengabaikan hak-hak minoritas.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Willie, si singa berambut ala personel The Beatles, sang pelopor tradisi maskot.
Willie, si singa berambut ala personel The Beatles, sang pelopor tradisi maskot.
transparant.png
bottom of page