top of page

Makanan Tadi Malam

Cerita tentara remaja dari Akademi Militer Tangerang makan makanan kaleng yang ternyata daging babi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Letnan Dua Achmad Marzoeki Soelaiman (kiri), Komandan Kompi 4 Batalion Kala Hitam Divisi Siliwangi, memimpin pasukannya tiba di Jakarta pada 23 Desember 1949. (Repro Buyung dari Betawi).

  • 11 Jun 2022
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 16 Feb

KONVOI pasukan Sekutu membawa logistik untuk tawanan perang dan interniran (APWI atau Allied Prisoners of War and Internees) di Bandung diadang dan diserang tentara dan pejuang. Penyergapan itu memaksa mereka kembali ke Jakarta.


Sekutu pun meminta bantuan pemerintah Indonesia agar pengiriman bantuan kemanusiaan tidak mendapat gangguan di perjalanan. Pemerintah mengerahkan siswa Akademi Militer Tangerang bersama para pembinanya. Pengiriman dilaksanakan dalam tiga misi. Misi pertama pada 11 Desember 1945 dipimpin oleh Mayor Daan Mogot. Sedangkan misi kedua pada akhir Desember 1945 dipimpin oleh Kapten Kemal Idris. Kedua misi ini berjalan dengan lancar.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Di usianya yang masih muda, Semaoen memimpin dan menggerakkan serikat buruh. Dia memperjuangkan pekerja tertindas dengan melancarkan pemogokan, sampai diusir pemerintah kolonial.
bg-gray.jpg
Beranjak remaja di tengah berseminya pergerakan, Semaoen “dibentuk” Sneevliet guna merintis jalan revolusioner.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
transparant.png
bottom of page