- 11 Jun 2022
- 3 menit membaca
Diperbarui: 16 Feb
KONVOI pasukan Sekutu membawa logistik untuk tawanan perang dan interniran (APWI atau Allied Prisoners of War and Internees) di Bandung diadang dan diserang tentara dan pejuang. Penyergapan itu memaksa mereka kembali ke Jakarta.
Sekutu pun meminta bantuan pemerintah Indonesia agar pengiriman bantuan kemanusiaan tidak mendapat gangguan di perjalanan. Pemerintah mengerahkan siswa Akademi Militer Tangerang bersama para pembinanya. Pengiriman dilaksanakan dalam tiga misi. Misi pertama pada 11 Desember 1945 dipimpin oleh Mayor Daan Mogot. Sedangkan misi kedua pada akhir Desember 1945 dipimpin oleh Kapten Kemal Idris. Kedua misi ini berjalan dengan lancar.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












