top of page

Menyegarkan Kembali Historiografi Revolusi Indonesia

Dua dari 14 buku yang merangkum penelitian Belanda merupakan hasil kolaborasi. Upaya menjembatani narasi sejarawan Belanda dan Indonesia.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi tentara republik dan Belanda di salah satu titik demarkasi di Bandung pada Maret 1947 (nationaalarchief.nl)

3 Feb 2023
5 menit membaca

Diperbarui: 11 Agu

SETAHUN pasca-dirilisnya hasil penelitian Belanda tentang masa revolusi di Indonesia bertajuk “Onafhankelijkheid, dekolonisatie, geweld en oorlog in Indonesië, 1945-1950” (Kemerdekaan, dekolonisasi, kekerasan, dan perang di Indonesia, 1945-1950), tiga lembaga Belanda: KITLV (Koninklijk Instituut vor Taal, Land, en Volkenkunde), NIOD (Netherlands Instituut Oorlog Documentatie), dan NIMH (Netherlands Institute for Military History) mempublikasikannya lewat 14 buku. Dua di antaranya adalah Revolutionary Worlds: Local Perspectives and Dynamics During the Indonesian Independence War, 1945-1949; dan Onze Revolutie: Bloemlezing uit de Indonesische Geschiedshrijving over de Strijd voor de Onafhankelijkheid, 1945-1949.


Sebagaimana proyek riset yang beranggaran 4,1 juta euro itu, dua buku tersebut juga disusun secara kolaboratif antara para peneliti dari tiga lembaga Belanda itu dengan sejumlah sejarawan dan akademisi Indonesia. Ada empat isu yang, menurut antropolog Ratna Saptari, dapat dipetik dari buku itu yang jarang dibicarakan publik selama ini lantaran begitu kompeksnya konflik yang terjadi baik di pihak Belanda maupun Indonesia. Yakni isu penulisan sejarah, bagaimana revolusi terbentuk dari struktur-struktur kekuatan yang berbeda, dan juga perbedaan di antara para subyek dan pelaku yang terlibat dalam perjuangan anti-kolonial.


“Soal writing history, tentang siapa pelaku kekerasan, siapa pahlawan, siapa korban. Kenapa penulisan ini penting? Karena ini menjadi basis awareness sejarah. Ini juga jadi alasan kenapa terdapat ketidaksepahaman tentang bagaimana mestinya mempresentasikan sejarah yang terjadi. Buku ini juga memeriksa cita-cita yang berbeda, di mana konflik tidak hanya terjadi antara kekuatan kolonial dengan pergerakan nasionalis Indonesia tapi juga persaingan di dalam dua pihak ini, di mana terjadi perbedaan dan konflik internal,” kata Ratna di simposium bertajuk Bridging the Narratives: Indonesian and Dutch Historians Re-Examine The Indonesian Independence War yang dihelat di Museum Volkenkunde, Leiden, Belanda, Kamis (2/2/2023) petang waktu setempat.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Usai tak lagi merumput, 11 bintang sepakbola ini terjun ke dunia politik. Ada yang sukses, ada pula yang kurang moncer.
Kerusuhan rasial Chicago 1919, kisah pilu orang kulit hitam di negeri tempat kelahiran demokrasi.
Kerusuhan rasial Chicago 1919, kisah pilu orang kulit hitam di negeri tempat kelahiran demokrasi.
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.
Hari lahir WR Supratman 9 Maret ditetapkan sebagai Hari Musik Nasional. Padahal tanggal itu masih diperdebatkan.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Salad kaktus di Timur Tengah hingga gado-gado di Hindia Timur membuktikan makanan ini digemari siapapun.
Persidangan di hari pertama diawali dengan pembacaan dakwaan jaksa. Sidang dipimpin hakim dari Afrika Selatan yang bereputasi internasional.
Persidangan di hari pertama diawali dengan pembacaan dakwaan jaksa. Sidang dipimpin hakim dari Afrika Selatan yang bereputasi internasional.
transparant.png
bottom of page