- 30 Jul 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 29 Jul
PADA awal abad ke-20, seiring banyaknya kendaraan di Hindia Belanda, upaya menyusun peraturan mengenai tata cara berkendara, penggunaan tanda nomor kendaraan, hingga surat izin mengemudi atau rijbewijs mulai menjadi perhatian berbagai pihak. Selain itu, sekolah pelatihan mengemudi juga mulai muncul mengingat banyak kecelakaan di jalanan yang melibatkan pengemudi.
Usulan mendirikan sekolah mengemudi muncul di surat kabar De Express, 27 Juni 1914. Dalam surat terbuka kepada Java Motor Club, beberapa warga Bandung mengusulkan agar segera dibuka sekolah pelatihan bagi pengemudi.
“Permintaan akan pengemudi biasanya melebihi pasokan, yang menyebabkan berbagai pelanggaran. Akibatnya, demi mendapatkan pekerjaan dan gaji yang relatif tinggi, banyak orang yang seringkali tidak dapat diandalkan menyamar sebagai pengemudi... Oleh karena itu, diperlukan kesempatan yang sesuai untuk melatih pengemudi, yang juga akan meningkatkan pasokan akan permintaan yang tinggi,” tulis De Express.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















