top of page

Mustafa Kemal Ataturk dan Pergerakan Indonesia

Gambar Mustafa Kemal Ataturk menghiasi dinding-dinding rumah kaum pergerakan Indonesia. Termasuk rumah orang tua A.H. Nasution.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mustafa Kemal Ataturk (memegang topi putih) dalam salah satu tur nasional pada 1925. (Dok. Kementerian Pendidikan Nasional Republik Turki).

18 Okt 2021
3 menit membaca

Diperbarui: 12 Mar

PEMERINTAH Turki memenuhi permintaan Indonesia untuk memberikan nama jalan di depan KBRI Ankara dengan nama Proklamator dan presiden pertama Republik Indonesia: Ahmet Sukarno, nama yang dikenal di Turki.


Sebagai balasannya, Indonesia juga memberikan nama jalan untuk tokoh Turki. Pemerintah Turki yang menentukan siapakah tokoh yang akan menjadi nama jalan tersebut di Jakarta. Nama yang muncul adalah Mustafa Kemal Ataturk. Namun, sebagian kalangan keberatan Bapak Bangsa Turki itu menjadi nama jalan karena dianggap sebagai tokoh sekuler.


Dalam sejarah Indonesia, Ataturk sangat terkenal di kalangan kaum pergerakan, seperti diungkap Roeslan Abdulgani (1912–2005), mantan menteri luar negeri dan menteri penerangan. “Terus terang, bagi generasi saya, nama Turki mempunyai arti tertentu, yaitu salah satu sumber kebangkitan nasionalisme Indonesia,” tulis Roeslan dalam “Hubungan Indonesia-Turki”, termuat dalam Indonesia Menatap Masa Depan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page