top of page

Nama Batavia Diresmikan

Nama Batavia diberikan untuk sebuah benteng VOC. Namun, pendirinya, Gubernur Jenderal Jan Pietezoon Coen tidak suka dengan nama itu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan Batavia karya Adrianus Johannes Bik. (KITLV).

5 Mar 2016
3 menit membaca

Diperbarui: 12 Mar

PADA 4 Maret 1621, para direktur Kongsi Dagang Hindia Timur (VOC) meresmikan nama Batavia untuk benteng yang didirikan Gubernur Jenderal Jan Pietezoon Coen di dekat muara sungai Ciliwung.


Coen mendirikan benteng itu pada 1617. Ketika Inggris datang pada 1618, Coen pergi ke Banda, Maluku, untuk mencari bantuan. Sementara anak buahnya berusaha menahan serangan Inggris yang bersekutu dengan Pangeran Jayawikarta.


Menurut Bernard H.M. Vlekke dalam Nusantara: Sejarah Indonesia, benteng Belanda itu selamat bukan karena kepahlawanan orang-orang yang mempertahankannya melainkan karena Inggris maupun Pangeran Jayawikarta masing-masing ingin menguasai benteng itu. Sementara Sultan Banten tidak mau membiarkan salah satu dari mereka memilikinya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page