Diperbarui: 16 Jul
SAAT itu pukul enam pagi. Penduduk Desa Rukam bergerak ke tempat upacara, duduk berkeliling di halaman menghadap batu sima dan kulumpang. Pagi itu, acara peresmian desa sebagai penerima augerah sima digelar. Beragam penganan sudah siap. Ada skul paripurna timan dan beragam lauk pauk. Semua dipersilakan mencicipi.
Begitu Prasasti Rukam mengisahkan pesta rakyat yang terjadi ribuan tahun lalu (829 saka/907 M). Bukan cuma mencatat bagaimana jalannya upacara penetapan sima, prasasti itu juga menyebutkan beragam penganan yang disediakan ketika acara berlangsung. Yang paling menarik adalah penyebutan skul paripurna timan.
"Skul paripurna atau nasi paripurna kalau di prasasti itu seperti nasi tumpeng lengkap dengan lauk-pauknya," jelas Titi Surti Nastiti, arkeolog Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, ketika ditemui di kantornya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















