top of page

Nasib Mereka yang Terbuang di Theresienstadt dan Boven Digoel

Terletak di belahan bumi berbeda, dua kamp di Eropa dan Papua jadi tempat buangan orang-orang modern yang jadi musuh rezim.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sisa-sisa bangunan dan gerbang Kamp Ghetto Theresienstadt. (Wikimedia Commons).

  • 7 Agu 2024
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

SUDAH tak terhingga peneliti sejarah atau sejarawan mengulik dan mempublikasikan tulisan-tulisan sejarah tentang kamp-kamp pengasingan di delapan penjuru mata angin. Tetapi yang mengkomparasikannya satu sama lain, terlebih menilik kesamaan kehidupan orang-orang buangan di Eropa dan daratan Papua mungkin baru Prof. Rudolf Mrázek.


Mrázek, sejarawan yang juga guru besar emeritus University of Michigan itu sampai melintas belahan bumi untuk melakoni riset dan wawancaranya dari Israel hingga Papua. Puncaknya, ia terbitkan bukunya pada 2020 dengan tajuk The Complete Lives of Camp People: Colonialism, Fascism, Concentrated Modernity (terj. Keseharian Orang Buangan di Kamp Kolonial). Di dalamnya, Mrázek menyelami kehidupan para orang buangan di Kamp Ghetto Theresienstadt di kota Theresienstadt (kini Terezín, Czechia/Ceko) dan Kamp Pengasingan Boven Digoel di Tanah Merah, Papua yang berada di dua belahan bumi berbeda dengan jarak 13 ribu kilometer.


“Mungkin bagi kalangan akademisi atau para ahli (sejarah), tidak masuk akal karena kedua kamp berada di dua sisi dunia yang berbeda. Satu kamp (Digoel) untuk para tahanan politik (tapol) komunis, orang-orangnya (Sutan) Sjahrir, pemuda liberal democrat, sosialis kiri, pemuda gerakan Islam yang semuanya musuh politik rezim (pemerintah Hindia Belanda). Dan (kamp) Theresienstadt untuk orang-orang Yahudi dan dijadikan propaganda politik (Nazi Jerman). Kedua orang-orang buangan itu memang kelihatan berbeda,” ujar Mrázek dalam Forum Diskusi Budaya Pusat Riset Masyarakat dan Budaya, Badan Riset dan Inovasi Nasional bertajuk “Keseharian Orang Buangan di Kamp Kolonial” secara daring di Youtube PMB BRIN, Senin (5/8/2024).

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
An Italian general and national hero was commanding his ship when the Aceh War broke out. Alas, in the waters off Aceh, he contracted cholera and met his demise.
bg-gray.jpg
Henk Ngantung sebagai perancang lambang Kostrad diakui secara resmi oleh Soeharto. Dia juga menjadi warga kehormatan Kostrad. Namun, setelah peristiwa 1965, jasanya seakan dilupakan.
bg-gray.jpg
Ketimbang D.N. Aidit atau Adam Malik, A.K. Jusuf pernah dianggap murid terpandai oleh Sutan Sjahrir. Riwayat pemuda impulsif itu berujung tragis pasca menculik sang mentor.
bg-gray.jpg
Saksi bisu perlawanan dari zaman ke zaman. Tempat singgah bagi aktivis.
Masyarakat lokal merespon pandemi influenza Flu Spanyol lewat arak-arakan, sesajen, dan ramuan jamu tradisional.
Masyarakat lokal merespon pandemi influenza Flu Spanyol lewat arak-arakan, sesajen, dan ramuan jamu tradisional.
Mengikuti jejak orangtuanya ke dunia seni, Coltrane dikenang dengan perannya sebagai Hagrid yang dicintai jutaan penggemar Harry Potter.
Mengikuti jejak orangtuanya ke dunia seni, Coltrane dikenang dengan perannya sebagai Hagrid yang dicintai jutaan penggemar Harry Potter.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
Ofisial pertandingan asal negeri terpencil yang jadi pujaan rakyat Inggris ini menjadi satu-satunya wasit yang namanya diabadikan untuk sebuah stadion.
Ofisial pertandingan asal negeri terpencil yang jadi pujaan rakyat Inggris ini menjadi satu-satunya wasit yang namanya diabadikan untuk sebuah stadion.
Di Banyuwangi, tak usah menunggu Imlek untuk bisa menikmati kuliner Tionghoa. Ada pasar kuliner khas yang digelar tiap pekan.
Di Banyuwangi, tak usah menunggu Imlek untuk bisa menikmati kuliner Tionghoa. Ada pasar kuliner khas yang digelar tiap pekan.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
transparant.png
bottom of page