top of page

Nona Manis di Lapangan Ikada

Kehadirannya bukan sekedar pemanis. Mereka berperan dalam menambah semangat juang hingga membuat ciut nyali tentara Jepang

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 12 Sep 2023
  • 3 menit membaca

Kendati diangkat menjadi gubernur Jawa Barat yang pertama, Soetardjo Kartohadikusumo lebih banyak berdinas di Jakarta. Keberadaannya di ibu kota negara itu sehubungan dengan rencana kedatangan pasukan Sekutu yang akan mengambil alih kekuasaan Jepang di Indonesia. Selain itu, Soetardjo cukup dikenal oleh pejabat pemerintah militer Jepang di Jakarta karena sebelumnya menjabat sebagai syucokan (residen) Jakarta.


“Dalam suatu rapat di kantor Bung Karno, kantor Mahkamah Agung sekarang, diputuskan akan memberitahukan dengan resmi tentang proklamasi kemerdekaan itu kepada pemerintah militer Jepang. Saya ditunjuk sebagai utusannya,” aku Soetardjo dalam otobiografinya Soetardjo: “Petisi Soetardjo” dan Perjuangannya yang ditulis Setiadi Kartohadikusumo.


Pada bulan-bulan pertama bertugas di Jakarta, Soetardjo banyak menyaksikan kejadian penting bersejarah. Salah satunya peristiwa di Lapangan Ikada (kini kompleks Monumen Nasional), Gambir, pada 19 September 1945. Itulah perhelatan rapat akbar untuk memaklumatkan proklamasi kemerdekaan kepada masyarakat luas. Mobilisasi massa yang dikerahkan pada hari itu diperkirakan mencapai 200.000 orang.



Rakyat dari berbagai penjuru Jakarta dan daerah-daerah sekitarnya datang berbondong-bondong menuju Gambir. Laki-laki, perempuan, orang tua, anak muda, hingga anak-anak turun membanjiri Lapangan Ikada. Tentara Jepang coba menghadang karena ingin mempertahankan status quo. Namun, mereka kalah oleh gelombang massa yang luar biasa banyaknya.


Presiden Sukarno tampil sebagai orator yang ditunggu-tunggu rakyat. Dalam pidatonya, Sukarno menegaskan pemerintah Republik Indonesia akan mempertahankan kemerdekaan. Orasinya yang tak sampai lima menit itu menuai riuh tepuk tangan dan sorak-sorai bergemuruh.


Soetardjo saat itu mengamat-amati penjagaan keamanan di lapangan tempat rakyat berkumpul. Dalam amatannya, bala tentara Dai Nippon sudah tak berdaya lagi. Nona-nona manis bergandengan tangan berdiri tegak di muka meriam-meriam artileri Jepang. Mereka seolah menantang prajurit Jepang yang menjaga meriam-meriam itu.


“Bukan main senangnya hati saya melihat gadis-gadis yang cantik-berani itu. Prajurit-prajurit Nippon yang gagah perkasa tidak berdaya menghadapi mereka,” kenang Soetardjo.



Peran dan kehadiran wanita memang luput dalam potret peristiwa di Lapangan Ikada. G.A. Ohorella, Sri Sutjiatiningsih, Muchtaruddin Ibrahim dalam Peranan Wanita Indonesia dalam Pergerakan Nasional menyebut Nyonya Markisah Dahlia --istri dari Mr. Mohamad Roem-- seorang aktivis perempuan yang ikut berjuang dengan kemampuan yang ada. Dia menyediakan rumahnya di Jl. Kwitang 10 untuk menyelenggarakan kegiatan dapur umum.

 

Sementara itu, Partinah Iskandar dari organisasi Barisan Putri turut hadir dalam rapat raksasa di Lapangan Ikada. Rakyat Jakarta dan sekitarnya yang berjumlah ratusan ribu itu, tutur Partinah, tiada gentar sama sekali waktu memasuki lapangan. Padahal, di sekeliling lapangan, serdadu Jepang dalam posisi siaga. Mereka berdiri di samping panser-panser, menenteng mitraliur-mitraliur, serta bayonet yang terhunus.


“Kami dari Barisan Putri dengan membawa poster dan bendera Merah Putih besar sekali, masuk dari kantor balaikota. Acungan senapan dengan bayonet tidak kami acuhkan, bahkan kami terus menerobos masuk Lapangan Ikada, bergabung dengan ribuan massa,” ujar Partinah dalam Seribu Wajah Wanita Pejuang dalam Kancah Revolusi ’45 suntingan Irna H.N. Hadi Soewito.



Setelah Sukarno selesai berpidato, sambung Partinah, semua rakyat yang berkumpul diminta pulang dengan tenang dan tertib. Namun, tentara Jepang menggunakan kesempatan itu untuk merampas senjata yang dibawa oleh rakyat dari kalangan pria. Terjadilah insiden perebutan senjata, di satu pihak ingin merampas, di pihak lain mempertahankan senjatanya.


“Seingat saya, tidak ada korban yang jatuh. Rupanya Jepang hanya menakut-nakuti saja. Untuk amannya, kami dari Barisan Putri, menolong membawakan dengan menyembunyikannya dalam baju atas tas. Kepada wanita pemeriksaan tidak begitu berat,” terang Partinah.  


Soetardjo sendiri mengamini betapa para pemuda maupun pemudi itu tidak kenal takut, bahkan siap ditembak andai terjadi insiden. Rapat akbar di Lapangan Ikada berakhir dengan selamat tanpa ada korban yang jatuh. Peristiwa itu melecut spirit para pejuang maupun rakyat pada umumnya untuk mempertahankan kemerdekaan.


Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
transparant.png
bottom of page