- 12 Sep 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 9 Jun
KENDATI diangkat menjadi gubernur Jawa Barat yang pertama, Soetardjo Kartohadikusumo lebih banyak berdinas di Jakarta. Keberadaannya di ibu kota negara itu sehubungan dengan rencana kedatangan pasukan Sekutu yang akan mengambil alih kekuasaan Jepang di Indonesia. Selain itu, Soetardjo cukup dikenal oleh pejabat pemerintah militer Jepang di Jakarta karena sebelumnya menjabat sebagai syucokan (residen) Jakarta.
“Dalam suatu rapat di kantor Bung Karno, kantor Mahkamah Agung sekarang, diputuskan akan memberitahukan dengan resmi tentang proklamasi kemerdekaan itu kepada pemerintah militer Jepang. Saya ditunjuk sebagai utusannya,” aku Soetardjo dalam otobiografinya Soetardjo: “Petisi Soetardjo” dan Perjuangannya yang ditulis Setiadi Kartohadikusumo.
Pada bulan-bulan pertama bertugas di Jakarta, Soetardjo banyak menyaksikan kejadian penting bersejarah. Salah satunya peristiwa di Lapangan Ikada (kini kompleks Monumen Nasional), Gambir, pada 19 September 1945. Itulah perhelatan rapat akbar untuk memaklumatkan proklamasi kemerdekaan kepada masyarakat luas. Mobilisasi massa yang dikerahkan pada hari itu diperkirakan mencapai 200.000 orang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















