top of page

Panglima Tentara Belanda dari Surakarta (Bagian I)

Panglima terakhir KNIL ini lahir di Surakarta. Karier militernya melejit hingga mencapai puncak.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Letnan Jenderal (Artileri) Dirk Cornelis Buurman van Vreeden pada 1946 saat kembali kembali ke Batavia menjabat Kepala Staf KNIL. (Dienst voor Legercontacten Indonesië/nationaalarchief.nl).

27 Jul 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 16 Jun

ENTAH perasaan apa yang bergolak dalam hati Letjen Dirk Cornelis Buurman van Vreeden pada 25 Juli 1950 malam di kediaman Komisaris Tinggi Belanda Max Hans Hirschfeld. Dalam hitungan menit, dia mesti berpidato dua bahasa di depan hadirin yang berisi perwakilan Belanda dan Republik Indonesia Serikat. Pidatonya bukan hanya penting bagi dirinya semata, tapi juga bangsanya dan ribuan orang di dalamnya.


Lembaran-lembaran kertas sudah dihadapinya. Kacamata pun sudah terpajang di wajahnya. Sejurus kemudian, naskah pidato itu dibacakan secara perlahan oleh Buurman. Isinya: Koninklijke Nederlands Indisch Leger (KNIL) atau Tentara Kerajaan Hindia Belanda, di mana ia jadi panglimanya, dibubarkan.


“Seperti telah saya kataken dalam pidato radio saya, kepada semua militer KNIL. Saya yakin, di manapun tuan-tuan berada dalam pekerjaan selanjutnya, tuan-tuan memperlihatken di sana sifat-sifat baik yang sama itu,” demikain potongan pidatonya berbahasa Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page