- 29 Jul 2019
- 4 menit membaca
Diperbarui: 22 jam yang lalu
PERAN besar di balik tokoh besar. Demikianlah Nan Buurman van Vreeden menafsirkan sepakterjang ayahnya, Letjen Dirk Cornelis Buurman van Vreeden, sebagai perwira tinggi Koninklijke Nederlands Indisch Leger (KNIL/Tentara Kerajaan Hindia Belanda).
Nama Buurman memang kalah pamor dari koleganya, Jenderal Simon Hendrik Spoor. Panglima KNIL dan pimpinan tertinggi seluruh tentara Belanda di Indonesia semasa revolusi fisik (1946-1949) itu dikenal paling ngotot menyelesaikan konflik Indonesia-Belanda pasca-Perang Dunia II lewat jalan perang.
Faktanya, Spoor hanya memulai. Buurman-lah yang menyelesaikan apa yang dilakukan Spoor. “Ayah saya dan Jenderal Spoor sudah berteman sejak masih dalam pendidikan militer. Akan tetapi ayah saya yang harus melewati masa-masa akhir penyelesaian konflik. Itu hal yang sulit bagi dirinya. Saya mengisahkan ini agar anak-cucu saya mendapat gambaran yang lebih jelas terkait hal itu. Ayah saya memainkan peran besar dalam sejarah itu,” ungkap Nan yang berbagi kisah di laman engelfriet.net, 17 Agustus 2007.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















