top of page

Pekik Merdeka Gaya Soeharto

Salam nasional di masa awal Orde Baru menyisipkan slogan amanat penderitaan rakyat. Perlahan memudar setelah pemilu 1971 dan kemudian dilupakan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Presiden Soeharto memberi salam ketika berkunjung ke Belanda pada 3 September 1970. (Wikimedia Commons).

1 Mar 2021
2 menit membaca

Pesawat Hercules mendarat di Bandar Udara Mandai, Makassar. Dengan mengenakan stelan safari dan peci di kepala, Letnan Jenderal Soeharto turun dari kabin. Bagi sang jenderal, Makassar bukanlah tempat yang asing. Dia pernah bertugas di sana sewaktu memimpin Komando Operasi Mandala Pembebasan Irian Barat. Namun, kedatangannya kali ini dalam kapasitasnya yang baru sebagai pejabat presiden.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page