Diperbarui: 28 Okt
JIKA menghubungkan era perjuangan kemerdekaan dengan etnis Tionghoa, orang-orang kerap hanya mengingat Pao An Tui (Badan Pelindung Keselamatan). Organ keamanan masyarakat Tionghoa yang didirikan pada 28 Agustus 1947 tersebut memang memilih jalan berlawanan dengan pemerintah Republik dan secara tegas memihak Belanda.
“Orang-orang Tionghoa yang menjadi korban “masa bersiap” membentuk Pao An Tui dengan dalih untuk membela diri dari gangguan orang-orang Republik,” ujar Sulardi, penulis buku Pao An Tui 1947-1949, Tentara Cina Jakarta.
Namun tidak seluruh orang Tionghoa mengikuti jalan Pao An Tui. Di Surakarta, sekelompok pemuda Tionghoa mendirikan organ perjuangan pro Republik bernama BPRT (Barisan Pemberontak Rakjat Tionghoa) pada 4 Januari 1946. Dalam waktu yang sama pula di Pemalang, para pemuda Tionghoa membentuk LTI (Lasjkar Tionghoa Indonesia).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















