top of page

Riwayat Lahirnya Milisi Tionghoa Pao An Tui

Kemunculan Pao An Tui tidak bisa dilepaskan dari situasi zaman kolonial dan revolusi kemerdekaan. Respons warga Tionghoa atas kondisi keamanan yang tak menentu.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lim Seng dan beberapa anggota Pao An Tui berbincang dengan Kapten V. Been. (ANRI).

10 Jul 2024
6 menit membaca

Diperbarui: 22 Mei

MALAM terasa semakin mencekam bagi penduduk Tionghoa di Tangerang dan sekitarnya. Saat itu Mei 1946, hari-hari di kala revolusi berkobar di Indonesia, ada desas-desus beredar: Laskar Rakyat akan membumihanguskan Tangerang yang dikenal sebagai buffer zone vital dan strategis penghubung dengan Jakarta dan wilayah lain di bagian Barat. Tak mengherankan bila Belanda maupun pihak Indonesia, berupaya keras menguasai daerah itu.


Warga Tionghoa Tangerang yang sejak awal khawatir dengan keselamatan mereka, bisa bernapas lega sejenak karena rencana bumi hangus itu tak terjadi. Namun, ternyata situasi itu hanya berlangsung sementara. Pada 2 Juni 1946 malam, serombongan Laskar Rakyat yang dipersenjatai bambu runcing, karaben, pistol, dan samurai, menyerang penduduk Tionghoa di Tangerang Barat. Rumah dan toko diluluhlantakkan, seluruh harta benda mereka dirampok.


Dalam sekejap, kerusuhan menjalar ke berbagai wilayah di Tangerang. Menurut laporan Star Weekly, 16 Juni 1946, sebanyak 40–50 perkampungan luluh lantak; 1.200 rumah rata dengan tanah; lebih dari 700 orang Tionghoa terbunuh, 200 korban di antaranya wanita dan anak-anak; 200 orang Tionghoa dinyatakan hilang; dan kerugian materi lebih dari 7 juta rupiah. Belum lagi ribuan pengungsi yang memutuskan meninggalkan Tangerang guna mencari tempat aman.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Seorang kapten kapal dan dokter menulis catatan harian seputar kehidupan di Batavia.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Bergeming di bawah hujan salju, ribuan orang di Manchester dan Munich haru biru mengenang 60 tahun tragedi yang menimpa MU.
Bergeming di bawah hujan salju, ribuan orang di Manchester dan Munich haru biru mengenang 60 tahun tragedi yang menimpa MU.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
Dengan pendekatan yang kreatif, museum bukan lagi destinasi yang menjemukan.
transparant.png
bottom of page