top of page

Pengawal Raja Charles Dilumpuhkan Orang Bali

Keduanya punya masa lalu berbeda. Namun akhirnya sama-sama membela Belanda.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Penyerangan terhadap benteng bajak laut di Belitung, saat mana Roy dan Roger ikut di dalamnya (Repro "Orang Indonesia dan Orang Prancis")

22 Mar 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 20 Jul

SEORANG muda masuk ke sebuah kamar perwira tentara kolonial yang belakangan dikenal sebagai Koninklijk Nederlandsch Indische Leger (KNIL) di Batavia. Tak lupa orang muda itu memberi hormat kepada perwira yang ada di dalamnya.


“Aku ini di bawah perintahmu, Kapten. Apa yang bisa saya bantu?” kata laki-laki itu.


“Pertama-tama saya ingin tahu nama Anda dan dari daerah Prancis mana Anda dilahirkan?” tanya Kapten Just Jean Étienne Roy (1794-1871).


“Nama saya Marcellin Roger; saya tidak lahir di provinsi, tetapi di Paris, Rue de la Roquette, Faubourg Saint-Antoine,” jawab laki-laki tersebut.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
transparant.png
bottom of page