top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Jenderal “Jago Perang” Belanda Meregang Nyawa di Pulau Dewata

Kematiannya dikenang hingga 100 tahun, jenderal veteran Belanda di Perang Diponegoro dan Bonjol ini terbunuh di Bali.

26 Sep 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Andreas Victor Michiels, jenderal jago perang Belanda yang tewas di Bali. (Wikimedia Commons).

  • 26 Sep 2024
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 17 Jan

SEDARI remaja, pria kelahiran Maastricht, Belanda, 30 April 1797 ini sudah jadi tentara. Dia masih 17 tahun ketika terlibat dalam Perang Napoleon sebagai letnan dua di resimen ke-22 militer Prancis. Dia ada di sana sewaktu Napoleon kalah di Waterloo.


Andreas Victor Michiels, nama pria itu, akhirnya memilih melanglang buana ribuan kilometer dari tanah kelahirannya. Pada 3 Juli 1817, dia sudah berada di Batavia. Dia menjadi letnan satu pada batalyon perintis tentara kolonial Hindia Belanda.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page