- 4 Nov 2019
- 5 menit membaca
Diperbarui: 20 Mei
SETELAH kalah perang, Jepang kekurangan pangan. Penduduk mengantri di tempat-tempat pembagian makanan. Salah satunya di belakang Stasiun Kereta Osaka. Seorang pengusaha, Momofuku Ando (1911-2007), melihat banyak orang mengantri mi soba di sana.
Ando pun berpikir bagaimana caranya mengatasi kekurangan pangan? Betapa praktisnya bila ada makanan yang mengenyangkan dan dapat disimpan lama. Sehingga, rakyat Jepang yang sedang kelaparan dapat memperoleh pangan secara mudah dan cepat. Jenis makanan tersebut juga mudah dibawa dan didistribusikan ke daerah yang memerlukan sebagai bantuan pangan darurat.
“Pilihan jatuh pada mi. Ide tersebut tidak disangka kelak akan melahirkan industri raksasa yang dikenal dengan nama Nissin,” tulis F.G. Winarno dalam Mi Instan: Mitos, Fakta, dan Potensi. Setelah melalui percobaan selama beberapa bulan, akhirnya Ando memasarkan mi instan pertamanya pada 25 Agustus 1958.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















