top of page

Tergoda Mi Instan

Mi adalah salah satu makanan tertua dalam sejarah peradaban manusia. Tercipta setelah menyaksikan banyak orang Jepang kelaparan, kini mi instan hampir menjadi makanan pokok.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Menikmati lezatnya mi instan kala hujan.

1 Jul 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Mei

SEPULANG dari kerja magang di Perusahaan Gas Negara, Lutfi merasa lapar. Dia pun mengajak Labib, temannya, untuk makan di sebuah warung tak jauh dari kontrakannya di bilangan Pondok Cina, Depok. Mereka memesan Indomie rebus plus telur ceplok.


“Kalau sudah tanggal tua ya begini, andalanku ya mi instan. Biasa anak kos, uang saku tipis,” ujar Lutfi, mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia Unversitas Indonesia (UI).


“Mestinya pencipta mi instan itu kita doakan masuk surga. Ini penemuan paling hebat di masa modern,” kata Labib (21), mahasiswa tingkat akhir Program Studi Filsafat UI, berseloroh.


Mi adalah salah satu makanan tertua dalam sejarah peradaban manusia. Diperkirakan mi kali pertama dibuat bangsa Tiongkok sekira 4000 tahun lalu. Itu seturut laporan kantor berita BBC, 12 Oktober 2005, mengenai penemuan mi di situs arkeologi Lajia, Tiongkok. Dari Tiongkok, mi menyebar ke belahan dunia lain, termasuk Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page