top of page

Perawan Remaja yang Terluka

Kolaborasi Sukarno dengan Jepang membawa derita. Romusha dan ianfu, sisi kelam sejarah yang tak terperikan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para perempuan yang dijadikan ianfu diturunkan di Kupang, Timor. (K.B. Davis/cas.awm.gov.au).

2 Jul 2023
7 menit membaca

Diperbarui: 21 Mei

SUKARNO berada di Padang ketika Jepang tiba. Dia baru saja dipindahkan oleh Belanda dari pengasingan di Ende ke Bengkulu, kemudian dengan jalan darat menuju Padang. Belanda akan mengungsikan Sukarno ke Australia tapi Jepang keburu menguasai Sumatra. Di Padang, dia berkali-kali bertemu dengan komandan tentara Jepang, yang mengajaknya bekerja sama.


Jepang meminta rakyat menurunkan bendera merah putih hingga menyediakan beras. Dengan pengaruhnya, Sukarno bisa memenuhi permintaan itu. Namun, ada satu persoalan rumit menyangkut permintaan mereka untuk memenuhi kebutuhan seks tentara Jepang. Sukarno, seperti diungkapkan dalam Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, memperingatkan Kolonel Fujiyama, panglima tentara pendudukan di Bukittinggi: “Kalau anak buah tuan mencoba-coba berbuat sesuatu dengan anak-anak gadis kami, rakyat akan berontak. Tuan akan menghadapi pemberontakan besar di Sumatra.”


Sukarno tak bisa membiarkan tentara Jepang bermain-main dengan gadis Minang. Tapi dia juga sadar sikap yang akan diambil Jepang jika persoalan ini tak terpecahkan. Setelah meminta pendapat kiai, dia pun menggunakan pelacur agar “orang-orang asing itu dapat memuaskan hatinya dan tidak akan menoleh untuk merusak anak gadis kita.” 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page