top of page

Perempuan di Singgasana Majapahit

Kerajaan Majapahit memiliki penguasa perempuan terbanyak. Mereka menduduki posisi sebagai raja sampai penguasa daerah.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tribhuwana Tunggadewi sebagai Parvati di Candi Rimbi. (Wikimedia Commons).

8 Des 2017
5 menit membaca

Diperbarui: 2 Mei

DALAM sejarah Majapahit, kedudukan raja tidak semata-mata diperuntukkan bagi pria. Seorang perempuan juga dapat menjadi raja bahkan bergelar maharaja. Setidaknya ada tiga perempuan yang pernah duduk di singgasana Majapahit.


Tribhuwana Tunggadewi Jayawisnuwardhani, raja perempuan pertama Majapahit merupakan putri Krtarajasa dari Gayatri, putri bungsu Krtanagara. Dia bergelar maharaja dengan nama abhiseka, Sri Maharaja Sri Wisnuwardhani. Sebelumnya, dia berkuasa di Kahuripan karenanya dikenal dengan Bhre Kahuripan. Dia kemudian diangkat menjadi raja pada 1328 M menggantikan kakaknya, Jayanagara.


Prasasti Genen II (1329 M) memberitakan, pada awal pemerintahannya, Tribhuwana masih dibimbing oleh ibunya, Gayatri. Dengan bantuan Gadjah Mada, sebagaimana diberitakan Nagarakrtagama, dia berhasil memadamkan pemberontakan di Sadeng dan Keta pada 1331 M.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Kisah pengungsi Suriah yang ingin mengusir kesuraman masa depan lewat sepakbola. Disajikan dengan intim dan humanis.
Kisah pengungsi Suriah yang ingin mengusir kesuraman masa depan lewat sepakbola. Disajikan dengan intim dan humanis.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Payung tak lagi hanya berfungsi sebagai pelindung dari hujan dan terik matahari, tetapi juga tren gaya hidup modern.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Indonesia lagi-lagi hanya jadi penonton Piala Dunia. Padahal, Indonesia nyaris tampil di Piala Dunia 1958.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Bukan kali ini saja pandemi mengganggu ibadah haji. Bahkan, pada masa lalu haji dianggap membahayakan.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
Kota suci itu pernah merajut perdamaian antaragama di masa awal kekuasaan Arab Islam. Kini konflik peperangan mencabik-cabiknya.
transparant.png
bottom of page