top of page

Perempuan Penguasa Masa Mataram Kuno

Pada masa Mataram Kuno, perempuan mendapatkan kesempatan memegang kekuasaan di kerajaan dan daerah kekuasaan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Candi Plaosan peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. (ikimedia Commons).

9 Des 2017
4 menit membaca

SEBELUM masa Kerajaan Majapahit, yang tercatat pernah memerintah sebagai raja perempuan adalah Isanatunggawijaya. Dia adalah putri Mpu Sindok, yang memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Medang (Mataram Kuno) dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Dia menduduki takhta menggantikan ayahnya yang berakhir pada 947 M.


Isanatunggawijaya memerintah berdampingan dengan suaminya, Sri Lokapala. Tak banyak yang diketahui dari masa pemerintahannya. Tak diketahui pula kapan pemerintahannya berakhir. Menurut Prasasti Pucangan (1037 M), yang menjadi raja selanjutnya adalah putra mereka, Sri Makuthawangsawardhana.


“Setelah Sri Isanatunggawijaya, tidak ada ratu lagi sampai pada masa Majapahit,” tulis arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Titi Surti Nastiti dalam Perempuan Jawa, Kedudukan dan Peranannya dalam Masyarakat Abad VIII-XV.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page