- 30 Okt 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 17 Apr
DALAM suatu percakapan antara sejarawan Taufik Abdullah, antropolog Sjafri Sairin, dan sosiolog Ignas Kleden di sebuah dapur paviliun, Taufik nyeletuk, “Wah, ini ada bahan makanan yang bisa dimasak. Siapa yang bisa masak?”
Sjafri menjawab bahwa dia sedikit-sedikit bisa masak. “Biarlah saya yang memasak,” kata Sjafri dalam Sejarah dan Dialog Peradaban.
“Okelah kalau begitu. Sjafri yang masak, Ignas cuci piring dan saya sendiri duduk-duduk menyaksikan sambil bercerita,” kata Taufik.
Taufik mengatakan bahwa dia memang orang Padang. Tetapi, orang Padang yang kurang lengkap. Alasannya karena tidak bisa berdagang dan tidak bisa masak. Padahal, kedua keterampilan itu merupakan ciri umum orang Padang, terutama yang pergi merantau.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















