top of page

PRRI dan Rumah Makan Padang

Peristiwa PRRI menyebabkan orang-orang Minang meninggalkan kampung halamannya. Mereka membawa keahlian berdagang dan memasak. Rumah makan Padang pun ada di mana-mana.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tangkapan layar anggota Perhimpunan Rumah Makan Padang Cirebon merazia rumah makan Padang yang dijual oleh bukan orang Minang dengan harga murah.

30 Okt 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Mei

DALAM suatu percakapan antara sejarawan Taufik Abdullah, antropolog Sjafri Sairin, dan sosiolog Ignas Kleden di sebuah dapur paviliun, Taufik nyeletuk, “Wah, ini ada bahan makanan yang bisa dimasak. Siapa yang bisa masak?”  


Sjafri menjawab bahwa dia sedikit-sedikit bisa masak. “Biarlah saya yang memasak,” kata Sjafri dalam Sejarah dan Dialog Peradaban.


“Okelah kalau begitu. Sjafri yang masak, Ignas cuci piring dan saya sendiri duduk-duduk menyaksikan sambil bercerita,” kata Taufik.


Taufik mengatakan bahwa dia memang orang Padang. Tetapi, orang Padang yang kurang lengkap. Alasannya karena tidak bisa berdagang dan tidak bisa masak. Padahal, kedua keterampilan itu merupakan ciri umum orang Padang, terutama yang pergi merantau.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
bg-gray.jpg
Semaoen membawa Sarekat Islam cabang Semarang ke arah radikal. Pecah kongsi dengan H.O.S. Tjokroaminoto, Semaoen membentuk Sarekat Islam Merah.
bg-gray.jpg
Semaoen dikenal sebagai wartawan yang tajam mengkritik pengusaha kapitalis dan pemerintah kolonial. Akibatnya, dia dipenjara karena delik pers. Selama ditahan, dia menulis Hikajat Kadiroen.
transparant.png
bottom of page