Diperbarui: 4 Okt
SETELAH Peristiwa G30S pecah, para anggota Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) terkena getahnya. Banyak personil AURI yang dilecehkan dan dihina. Perwira tinggi tak menjadi pengecualian. Laksamana Muda Udara Aburachmat mobilnya dengan sengaja ditabrak oleh jip pasukan RPKAD (kini Kopassus).
“Pasukan karbol yang berdiri di pinggir jalan dalam sikap sempurna dan memberi hormat pada iring-iringan jenazah para jenderal korban G-30-S, mukanya diludahi oleh pasukan Angkatan Darat yang berada di atas panser,” kata mantan Menteri/Panglima Angkatan Udara Laksmana Madya Omar Dani dalam Pledoi Omar Dani: Tuhan, Pergunakanlah Hati, Pikiran, dan Tanganku yang ditulis Benedicta A. Surodjo dan JMV Soeparno.
Perlakuan diskriminatif akibat berita bahwa AURI terlibat di dalam Peristiwa G30S itu juga diterima para keluarga mereka. “Mobil-mobil WARA ditabraki, Ibu-ibu AU di pasar diludahi dan lain-lain,” kata Omar Dani dalam kesaksiannya kepada JMV Soeparno M. Cholil yang dimuat di buku Menyingkap Kabut Halim 1965.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















