Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Purbaya mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Perjuangan Soedirman masih belum usai. Ketika sebagian pasukan Sekutu ke Magelang, mereka berjanji tak akan mengusik kedaulatan Indonesia, tetapi para eks tentara Belanda berulah kembali.
Pada masa senjanya NH Dini mengalami beberapa penurunan kesehatan. Namun ia tetap bangkit bahkan mendirikan pondok bacaan dengan bantuan teman-teman. Di akhir masa hidupnya NH Dini bahkan memenerima banyak sekali penghargaan yang membanggakan.
Pernikahan NH Dini dengan Yves Coffin seorang Diplomat Prancis membawanya mengembara ke berbagai negara. Dengan memiliki 2 anak tidak membuat kehidupan rumah tangganya mudah, namun sang sastrawan tetap menjadi jati dirinya.
Di masa tuanya, Henk Ngantung hidup memprihatinkan. Dikucilkan dan distigma PKI. Bahkan, pameran terakhir mantan gubernur DKI Jakarta ini diganggu aparat intelijen pemerintah.
The Nirbaya Military Detention Center became a political prison for several figures after the September 30th Movement in 1965. Former Air Force Commander Omar Dani was one of the political prisoners who spent the longest time in Nirbaya.
Nirbaya simbol represi rezim otoriter Orde Baru. Rumah Tahanan Militer ini meninggalkan cerita tentang persahabatan dan rasa senasib sepenanggungan para tahanan politik.
Rumah Tahanan Militer Nirbaya menjadi penjara politik sejumlah tokoh setelah G30S 1965. Mantan Panglima Angkatan Udara Omar Dani jadi salah satu tapol yang paling lama menghuni Nirbaya.
Dalam menghadapi sidang di Mahmilub, Omar Dani mendapat pembela yang janggal. Menggantikan nama-nama yang diajukannya tapi ditolak dengan alasan janggal pula.
Terkena getah Peristiwa G30S, banyak anggota AURI dan keluarga mereka diperlakukan buruk oleh masyarakat. Pangdam Siliwangi berinisiatif mengajak panglima AURI membuat pernyataan bersama.
Pasca peristiwa Gerakan 30 September 1965, Omar Dani berada di Kamboja. Panglima AU ini memutuskan kembali ke tanah air untuk menghadapi tuduhan secara jantan.