top of page

Berteman dalam Tahanan

Dua mantan menteri, Omar Dhani dan Bang Pi’i, mengusir sepi di balik jeruji besi.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kiri-kanan: Sukarno, Omar Dhani, dan Achmad Yani.

  • 29 Mar 2017
  • 2 menit membaca

Selepas di Cibogo, mantan Menteri/Panglima Angkatan Udara (Menpangau) Marsekal Omar Dhani menjalani penahanan di Instalasi Rehabilitasi Nirbaya. Dia menghuni rumah No.1 di Blok Amal. Sebagai penghuni pertama, dia hanya berteman sepi di ruang tahanan yang berukuran 5 x 6 meter. Prajurit-prajurit Corps Polisi Militer Angkatan Darat yang menjaganya tak bisa dijadikan kawan. Selain citra negatif AURI di mata personel Angkatan Darat kala itu, mereka juga tak berani melanggar aturan yang melarang interaksi berlebih dengan para tapol (tahanan politik).


Kesunyian itu sirna pada sekira Juni 1966, ketika Omar Dhani bertemu Bang Pi’i, jagoan Senen. Larangan tak saling berhubungan dari penjaga, hampir tak berlaku lagi. Perkenalan itu berlangsung selepas makan malam, saat seorang CPM penjaga mendatangi kamar Omar Dhani. Dia memerintahkan Omar Dhani agar ke pos. Di sana ternyata sudah ada beberapa orang, termasuk penjaga, sudah ada di sana.


“Pak Omar, kita kan tetangga di Kebayoran. Rumah saya di depan kiri rumah Men/Pangau, yang depannya ada pohon pisang kipas,” kata seorang pria yang ramah menyambut Omar Dhani, sebagaimana dimuat dalam buku pledoi Omar Dhani, Tuhan, Pergunakanlah Hati, Pikiran, dan Tanganku.


Pria agak pendek dan berkulit gelap itu adalah Imam Sjafii, lebih beken sebagai Bang Pi’i. Dia merupakan Menteri Keamanan Rakyat dalam Kabinet Dwikora II atau Kabinet 100 Menteri. Namanya amat populer terutama di Senen.


Pii lahir di Jakarta tahun 1923. Ketika berusia lima tahun, ayahnya meninggal. Pii membantu ibunya untuk menghidupi empat adiknya. Sewaktu usianya 11 tahun, ibunya meninggal. Pii bekerja serabutan untuk menghidupi adik-adiknya.


Belum lagi usianya menginjak 17 tahun, Pii sudah berhasil mengorganisir pedagang, copet, dan preman Senen ke dalam sebuah wadah. Pada masa perang kemerdekaan, bersama Mat Bendot dia membentuk Oesaha Pemoeda Indonesia, yang saban hari bertempur melawan pasukan NICA. “Bang Pii memang selalu paling depan saat meletus pertempuran di Senen,” ujar Hendrik, adik ipar Mat Bendot, kepada Historia.


Pii kemudian menjadi tentara reguler Divisi Siliwangi. Setelah perang, dia mendirikan Cobra, organisasi pengamanan ibukota yang populer di tahun 1950-an. Pada 1966, Sukarno menunjuk Pii menjadi menteri untuk mengamankan ibukota yang kala itu sudah dirongrong demonstran-demonstran bentukan Ali Moertopo, tangan kanan Soeharto. Setelah mendapat Supersemar (Surat Perintah 11 Maret 1966), Soeharto menahan 15 menteri Kabinet Dwikora yang Disempurnakan, termasuk Omar Dhani dan Bang Pi’i.


Usai perkenalan singkat di pos jaga, Omar Dhani dan Pii langsung akrab. Obrolan seru mereka mengundang prajurit-prajurit jaga dari pos lain untuk ikut nimbrung. Dhani tak lupa, di tengah obrolan, Pii memerintahkan salah seorang prajurit jaga untuk membeli cemilan dan membagikan kepada para tahanan lain.


Hari-hari Omar Dhani tak lagi sepi. Kawan, terlebih penolong yang tulus, sejak itu ada di hadapannya. Ruang tempat penahanannya berhadapan dengan ruang penahanan Omar Dhani. Yang lebih penting, nama besar Pii punya pengaruh besar di sana sehingga dia bisa memerintah prajurit-prajurit jaga; aturan ketat tak boleh berhubungan antartapol pun menjadi longgar. “Tampaknya hampir semua tamtama dan bintara kenal dengan Pak Pei dan siap menjalankan apa saja bila diperintahkan Pak Pei,” kenang Omar Dhani.


Namun, hubungan itu hanya berjalan singkat. Pada 23 November 1966, Omar Dhani dipindah tempat penahanannya ke Rumah Tahanan Militer Budi Utomo.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Tidak Dapat Memuat Komentar
Sepertinya ada masalah teknis. Coba sambungkan kembali atau segarkan halaman.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah terpikat sosialisme pada pandangan pertama. Sutan Sjahrir jadi comblangnya.
bg-gray.jpg
Buyut Ahmad Subardjo berasal dari keluarga terpandang di Aceh yang terlibat persaingan kekuasaan. Dia memilih merantau ke Jawa dan menjadi pemuka agama Islam. Anaknya mengikuti jejaknya.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berada di dalam pusaran kontroversi penyusunan RUU Perkawinan. Berbuah manis walau penuh kompromi.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo lahir di Karawang dari keturunan bangsawan Aceh dan Jawa. Anak kesayangan mantri polisi ini pindah ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan di sekolah Belanda.
Kisah suka-duka mudik Lebaran tahun ini. Dilarang karena pandemi membuat ribuan orang berbondong-bondong pulang kampung lebih awal.
Kisah suka-duka mudik Lebaran tahun ini. Dilarang karena pandemi membuat ribuan orang berbondong-bondong pulang kampung lebih awal.
Lorong Zaman Pamer
Lorong Zaman Pamer
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Pahlawan sejatinya manusia biasa. Pengajaran sejarah mestinya bisa menghadirkan sosok humanisnya.
Untuk pertama kalinya peringatan maestro tari topeng Mimi Rasinah dengan cukup besar. Melibatkan seniman nasional dan internasional.
Untuk pertama kalinya peringatan maestro tari topeng Mimi Rasinah dengan cukup besar. Melibatkan seniman nasional dan internasional.
Kendati pernah digugat, kasidah modern malah merentang zaman.
Kendati pernah digugat, kasidah modern malah merentang zaman.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
Berhasrat membalas dendam dan mewujudkan tuntutan, sekelompok aktivis garis keras Armenia mengebom bandara di Paris.
transparant.png
bottom of page