top of page

Omar Dani’s Days in Nirbaya

The Nirbaya Military Detention Center became a political prison for several figures after the September 30th Movement in 1965. Former Air Force Commander Omar Dani was one of the political prisoners who spent the longest time in Nirbaya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Illustration of Omar Dani. (M.A. Yusuf/Historia.ID)

20 Nov 2025
14 menit membaca

ALMOST no one around knows about Nirbaya Prison anymore. The Nirbaya Military Detention Center complex in Pinang Ranti, East Jakarta, is now a densely populated residential area. In the past, Nirbaya Military Detention Center (or RTM in Indonesian, which stands for Rumah Tahanan Militer) was a prison for several elite figures who were suspected of being involved in the September 30 Movement (G30S) in 1965.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page