- 24 Mar 2022
- 6 menit membaca
Diperbarui: 1 hari yang lalu
HARI sudah beranjak petang saat pesawat Dakota yang membawa Perdana Menteri (PM) Inggris Winston Churchill mendarat di pangkalan udara Venlo, Belanda, 23 Maret 1945. Dengan ditemani sekretaris pribadinya, Sir John ‘Jock’ Colville, dan penasihat Angkatan Laut Letnan C.R. ‘Tommy’ Thompson, Churchill langsung diantar unit pengawalan Grup Angkatan Darat (AD) Inggris ke-21 menuju markas Marsekal Bernard Montgomery di Straelen, Jerman Utara.
“Saya berkehendak mendampingi pasukan dalam penyeberangan (Sungai Rhine) dan Montgomery menyambut saya. Saya hanya membawa sekretaris Jock Colville dan Tommy. Saya terbang saat petang dari Norholt ke Venlo,” kenang Churchill dikutip sejarawan militer Inggris, Kapten (Purn.) Patrick Delaforce dalam Onslaught on Hitler’s Rhine.
Churchill bersikeras untuk memantau langsung menjelang operasi besar-besaran Inggris mendesak Jerman ke tapal batasnya sendiri. Larangan dari banyak perwiranya, termasuk Montgomery sendiri, tak dia hiraukan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















