- 4 Apr 2021
- 4 menit membaca
Diperbarui: 27 Apr 2025
SETELAH tertatih-tatih berlayar di Samudra Hindia, kapal penjelajah ringan AL Jepang Naka akhirnya mencapai Teluk Banten pada 3 April 1942. Kendati tak jadi ditarik, flagship Skadron Destroyer ke-4 AL Jepang itu mesti berlayar dengan ditemani Seiha-maru dan dikawal kapal-kapal dari Seksi ke-2 Divisi Destroyer ke-22 AL Jepang.
Naka menderita kerusakan parah setelah ditorpedo kapal selam Amerika Serikat (AS) Seawolf di Pulau Christmas, Australia. Pertempuran Pulau Christmas berlangsung tak lama setelah Jepang menduduki pulau kecil 200 mil di selatan Jawa itu.
Pulau Christmas yang saat itu dimiliki Inggris –dan pemerintahannya dipegang Straits Settlement yang berpusat di Singapura– menjadi salah satu palagan laut di awal Perang Dunia II. Selain sebagai pos pengamatan terbaik antara India-Australia, pulau seluas 100-an kilometer persegi itu punya fasilitas komunikasi nirkabel dan kaya akan fosfat. Penambangan fosfat di sana telah dilakukan sebuah perusahaan berbasis di London sejak tahun 1900 dengan mendatangkan kuli Tiongkok dan sedikit Melayu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















