- 27 Feb 2024
- 6 menit membaca
Diperbarui: 28 Feb
LANGIT di Laut Jawa perlahan mulai teduh saat petang menjelang di hari itu, 27 Februari 1942. Dari teropong kru pengintai sebuah kapal Angkatan Laut (AL) Jepang, musuh yang dinanti akhirnya tampak saat waktu menginjak pukul 16.00. Rupanya armada kru pengintai kapal musuh juga mampu mendeteksi sebuah gugus serbu Angkatan Laut Jepang itu. Pertempuran Laut Jawa pun dimulai.
Pertempuran ini jadi momen adu gempur “tradisional” kolosal antarkapal permukaan tanpa pesawat pertama setelah Pertempuran Jutland (31 Mei-1 Juni 1916) di Perang Dunia I. Pertempuran ini juga jadi penentu laju ofensif Jepang dan upaya defensif terakhir Sekutu melalui ABDACOM atau Komando Amerika Serikat-Inggris-Belanda-Australia di wilayah Hindia Belanda.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















