- 20 Agu 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 17 Jul
DARI seabrek warisan Nusantara yang dibawa melintasi benua ke Belanda, Prasasti Ngadoman atau Batu Damalung adalah salah satu yang nyaris luput dari perhatian. Ia teronggok di salah satu gudang museum di Belanda sejak era kolonial. Diharapkan, ia dapat turut dipulangkan ke tanah air.
Prasasti Damalung sempat dinyatakan “hilang”. Ia pertamakali ditemukan pada medio 1824 oleh Residen Semarang Jacob Hendrik Domis di Ngadoman, sisi timur lereng Gunung Merbabu yang dahulu disebut Damalung. Pada 1825, ia diserahkan ke Bataviaasch Genootschap (kini Museum Nasional Jakarta) di Batavia.
Namun, catatan mengenai itu tak lagi berlanjut. Baru hampir setengah abad kemudian, 1873, muncul catatan dari Leiden bertajuk Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indi, Vol. 91. Berarti, di tahun itu Prasasti Damalung sudah berada di Belanda. Dokumentasi lainnya berbentuk foto di Museum Volkenkunde, “Charter in Kawi script, language Kawi, dated 1371 Saka, found on the Merbabu, OD-10019”.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















