top of page

Prasasti Damalung yang Hilang Ditemukan di Negeri Seberang

Prasasti dari lereng Gunung Damalung (Merbabu) ini sempat hilang dua abad. Penanda peralihan bahasa Jawa Kuna ke Jawa Baru.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 16 Agu 2024
  • 3 menit membaca

DI sebuah gudang museum di kota kecil ‘s-Gravenzande, Provinsi Zuid-Holland, Belanda, teronggok Prasasti Ngadoman atau kondang disebut Batu Damalung. Prasasti ini ditengarai jadi salah satu saksi bisu peralihan aksara Kawi atau Jawa Kuna ke Jawa Baru di akhir era Kerajaan Majapahit.


Prasasti Ngadoman ditemukan kembali seiring kunjungan sejarawan Bonnie Triyana ke ‘s-Gravenzande pada 7 Agustus 2024. Ia sebelumnya mendengar tentang Prasasti Ngadoman itu dalam sebuah diskusi di Salatiga, Jawa Tengah, awal 2023. Lantas, ia dibantu sejarawan dan kurator Museum Volkenkunde Leiden, Pim Westerkamp, melacak prasasti itu hingga akhirnya ditemukan setelah sekira dua abad berdiam di Belanda.


Disebut Prasasti Ngadoman karena benda tersebut ditemukan di Ngadoman (kini wilayah Kabupaten Semarang) oleh Residen Semarang Hendrik Jacob Domis, medio 1824. Sedangkan nama alias “Batu Damalung” merujuk pada lokasi Ngadoman di lereng Gunung Merbabu, yang dalam bahasa Jawa Kuno disebut Damalung.



Setelah ditemukan pada 1824, Domis menempatkannya di halaman kediamannya di Salatiga. Menurut arkeolog Prof. Edi Sedyawati dalam Sastra Jawa: Suatu Tinjauan Umum, prasasti itu diperkirakan berasal dari tahun 1450 menjelang keruntuhan Majapahit (1293-1468).


“Secara politis, masa antara keruntuhan Majapahit (prasasti yang terakhir Prasasti Jiu 1468 M) sampai dengan abad ke-17 M. Peralihan dari kebiasaan menggunakan aksara Jawa Kuna (seperti pada prasasti) ke aksara Jawa Baru (pada naskah sastra) pun telah terjadi,” tulisnya.


Menurut Edi Sedyawati, memang terjadi perbedaan perubahan aksara di antara sejumlah prasasti era Singhasari dan Majapahit di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pembaruan lebih sering terlihat di beberapa prasasti yang terdapat di Jawa Timur.


“Di lain pihak perkembangan aksara Jawa Kuna Jawa Tengah (abad ke-10 M) tidak terdeteksi karena kurangnya data yang ada. Berabad-abad kemudian, munculnya prasasti Ngadoman pada 1450 M ternyata menunjukkan cukup banyak persamaan di samping sejumlah perbedaan sehingga patut dianggap sebagai perkembangan dari aksara Jawa Kuna di Jawa Tengah (abad ke-10),” imbuhnya.



Sempat "hilang" dari catatan riwayatnya, Prasasti Ngadoman nyatanya tersimpan di sebuah gudang museum di ‘s-Gravenzande (X @bonnietriyana)
Sempat "hilang" dari catatan riwayatnya, Prasasti Ngadoman nyatanya tersimpan di sebuah gudang museum di ‘s-Gravenzande (X @bonnietriyana)

Prasasti Ngadoman di Belanda 

Prasasti Ngadoman atau Batu Damalung ditemukan Residen HJ Domis saat berkunjung ke lereng Gunung Mebabu, medio 1824. Sebagaimana yang ia tuangkan dalam Salatiga, Merbaboe en de Zeven Tempels (1825), ia membawanya ke kediamannya di Salatiga dan memperlihatkannya kepada Demang Salatiga, Ngabehi Ronodipuro.


“Saya menemukan benda itu di sisi timur (lereng) Gunung Merbabu, di mana bendanya terdapat aksara tertentu (kuno) dan saya merasa bendanya begitu penting untuk jadi perhatian. Saya bawa ke Salatiga dan Demang Salatiga Ronodipuro memastikan bahwa itu aksara Jawa Kuna,” tulis Domis. 



Akan tetapi Ronodipuro tak mengerti bahasanya. Oleh karenanya, salinan aksara itu dikirim Domis ke Panembahan Sumenep yang dianggap lebih mengerti bahasa Kawi. Dari sang Panembahan Sumeneplah aksara di prasasti itu mendapat terjemahan pertama bahasa Melayu dan bahasa Belanda. Bunyinya:


Ini pengajaran kalau siapa yang mau dapat tempat besar yang tentu dengan selamat, mauannya mesti pakai apa yang jadi kebaikan dengan betul terus terang dalam hatinya, dengan yang keras pegang agama, bicara jangan dapat ingatan yang jadi busuk, supaya di belakang kali biar dapat yang terlebih kebesaran, di atas itu dapat jalanan ingatan terlalu terang seperti mentari dan bulan. Semoga orang yang mesti tahu orang yang dapat kebesaran itu, orang yang turut perintahnya Batara, tandanya yang menunjukkan siapa yang tiada turut itu perintah, dapat bagian hukuman neraka. 


Apa bekas pakirjan yang sudah dijalani itu menjadi pembelinya pekerjaan baru, lagi siapa yang kasih nama busuk sama orang, tentu dapat kendiri, dari itu jangan lupa pujinya supaya jangan sampai melanggar, apa yang jadi larangan, sungguh-sungguh, ini pengajaran yang betul, siapa yang bisa jalani, segala yang melihat sama dia terlalu cinta dingin hormatnya.  

Di atas muji tidak ada lebih dari tujuh buku, baiknya, sungguh itu yang taun temponya dia kerja 427”.


Prasasti Ngadoman lantas diserahkan ke Bataviaasch Genootschap atau Lembaga Kebudayaan di Batavia (kini Museum Nasional Jakarta). Sedangkan terjemahannya dalam bahasa Melayu dan Belanda diterbitkan dalam risalah Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, Vol. 10, tahun 1825.


Kendati begitu, masih samar bagaimana Prasasti Ngadoman atau Batu Damalung bisa sampai ke Belanda. Catatan lain, Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Nederlandsch-Indi, Vol. 91 bertahun 1873, menyatakan ada terjemahan lain prasasti itu di Museum Leiden yang artinya pada tahun tersebut Batu Damalung sudah berada di negeri Belanda.






Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Snouck Hurgronje traveled to Jeddah and Mecca to observe and gather information about Muslims in the Dutch East Indies.
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Penyanyi nyentrik asal Sukabumi sohor di era 1990-an. Sedari remaja, penikmat musik “Ngak Ngik Ngok” ini sudah bermusik.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Chairil Anwar dan Des Alwi jual beli barang bekas. Dari aktivitas itu Sutan Sjahrir memperoleh radio gelap untuk mendengarkan berita kekalahan Jepang.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Mata-mata Barat mengumpulkan kertas yang dijadikan tisu toilet oleh tentara Soviet. Kertas itu berisi informasi penting tentang rencana hingga pengembangan alat tempur.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Dulu sempat cuma dianggap olahraga rekreasi, lantas Prancis berbenah. Denmark sampai Indonesia pun keok dibuatnya.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Prajurit KNIL Kamby desersi menyeberang ke pihak Aceh. Dia sampai pindah agama.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
Chairil Anwar dan ayahnya wafat di tahun yang sama. Diperingati sebagai hari berkabung di Indragiri dan Hari Puisi Nasional.
transparant.png
bottom of page