top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Seputar Prasasti Pucangan

Artefak dengan dua inskripsi berbeda aksara dari abad ke-11 yang memuat riwayat dan legitimasi Raja Airlangga. Diangkut Raffles ke India.

12 Nov 2024

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Prasasti Pucangan alias Calcutta Stone di Indian Museum. (Dok. Peter Carey).

Diperbarui: 6 Jan

UNTUK kesekian kalinya pemerintah Indonesia mengusulkan repatriasi Prasasti Pucangan. Warisan kebudayaan Nusantara yang kadang disebut Calcutta Stone atau Airlangga Stone itu kini masih tertinggal di Kalkuta, India. Prasasti yang berasal dari pertengahan abad ke-11 itu berisi riwayat Raja Airlangga, penguasa Kerajaan Medang Kahuripan yang bertakhta kurun 1019-1043 Masehi (M). 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Jejak Raja dan Ratu Belgia di Indonesia

Dari Brussel ke Jalan Astrid di Kebun Raya Bogor. Raja dan Ratu Belgia dari berbagai masa punya cerita di Indonesia.
Sudomo Sumber Berita

Sudomo Sumber Berita

Sudomo merupakan pejabat tinggi Orde Baru yang paling sering berurusan dengan wartawan. Pernyataan hingga ocehannya jadi bahan pemberitaan.
Keruntuhan Bisnis Dasaad

Keruntuhan Bisnis Dasaad

Pada masanya, Agus Musin Dasaad mencapai puncak kejayaan bisnis pribumi. Kedekatannya dengan kekuasaan membuka banyak peluang sekaligus risiko. Ketika lanskap politik berubah, bisnisnya pun ikut goyah.
bottom of page