- 21 Agu 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 22 Jul
GELIAT politik di tanah air kian seru seiring makin dekatnya pemilihan umum (pemilu) 2024. Terbaru, kegaduhan terjadi di tubah partai penguasa, PDIP, lantaran manuver salah satu kadernya. Alih-alih mendukung Ganjar Pranowo yang diusung partainya menjadi bakal calon presiden, Budiman Sudjatmiko, sang kader itu, malah mendukung Prabowo Subianto yang diusung Gerindra.
Akibatnya, pimpinan PDI-P mengambil tindakan. Hari ini, Senin (21/8/2023), Dewan Pimpinan Pusat PDIP akan mengumumkan status keanggotaan Budiman. “Opsinya mengundurkan diri atau menerima sanksi pemecatan,” kata Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto, sebagaimana diberitakan kompas.com, 21 Agustus 2023.
Sikap Budiman tentu mengundang pertanyaan, tak kurang cibiran, banyak pihak. Pasalnya, ia mendukung calon yang di masa Orde Baru (Orba) berkuasa merupakan militer aktif, lawan politik Budiman dan aktivis-aktivis lain yang mengusung demokrasi sekaligus menentang kediktatoran Soeharto. Militer pula yang menangkapi para aktivis pro-demokrasi macam Budiman.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















