top of page

R. Soeprapto, Jaksa Agung Perintis Reformasi Hukum

Tak segan menindak perwira militer dan menteri. Menolak permintaan perdana menteri untuk membatalkan kasus dugaan korupsi menteri. Diusulkan jadi Pahlawan Nasional.

loading_historia_white.gif
transparant.png

R. Soeprapto, Jaksa Agung 1950-1959. (Dok. Fahrizal Afandi).

  • 18 Mar 2021
  • 3 menit membaca

SUATU hari di ruang kerja Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo terjadi perdebatan sengit. Kala itu, Ali memanggil Raden Soeprapto, Jaksa Agung pada Mahkamah Agung, untuk membicarakan kasus dugaan korupsi Menteri Luar Negeri Roeslan Abdulgani, pada 1956. Ali meminta Soeprapto mendeponir atau membatalkan kasus Roeslan.


Ali berpendapat dakwaan terhadap Roeslan tak bisa dilanjutkan. Meski Roeslan diberatkan oleh tiga orang saksi, ada tiga saksi lain yang meringankan Roeslan. Jadi kasusnya seimbang. Tapi Soeprapto menolak mentah-mentah argumen itu. Kasus hukum bukanlah pertandingan sepakbola yang bisa berakhir imbang.


Ali terus mendesak Soeprapto. Dia mengatakan penuntutan terhadap seorang menteri dari partai besar bisa menyebabkan gejolak pemerintahan. Apalagi pemerintah lagi pusing-pusingnya dengan pergolakan daerah. Soeprapto membalas, urusan gejolak dan pergolakan daerah adalah tanggung jawab pemerintah. Tak ada sangkutannya dengan kasus Roeslan.   

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.
bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo melanjutkan pendidikan ke Belanda. Dia berjejaring dengan orang-orang dari berbagai negara dalam gerakan melawan imperialisme dan kolonialisme.
bg-gray.jpg
Taklik talak dalam buku nikah pada mulanya tak digubris. Sempat dituduh hendak mengubah hukum Islam.
Bongkahan ubin menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan oleh penjajah dan penguasa feodal yang digaungkan Multatuli melalui bukunya, Max Havelaar.
Bongkahan ubin menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan oleh penjajah dan penguasa feodal yang digaungkan Multatuli melalui bukunya, Max Havelaar.
Apakah stok tokoh di negeri ini masih tersedia banyak?
Apakah stok tokoh di negeri ini masih tersedia banyak?
Dimulai dari dunia militer, dasi berkembang menjadi aksesoris pelengkap yang kini lumrah dipakai oleh siapa saja.
Dimulai dari dunia militer, dasi berkembang menjadi aksesoris pelengkap yang kini lumrah dipakai oleh siapa saja.
Setiap muslim berharap dapat menyempurnakan keislamannya dengan naik haji ke Makkah. Ini sejarah muslim Indonesia pergi ke Tanah Suci.
Setiap muslim berharap dapat menyempurnakan keislamannya dengan naik haji ke Makkah. Ini sejarah muslim Indonesia pergi ke Tanah Suci.
Di balik layar “You and I” yang sarat pergulatan batin. Menyingkirkan segi dramatis dan politis demi keadilan dan kemanusiaan.
Di balik layar “You and I” yang sarat pergulatan batin. Menyingkirkan segi dramatis dan politis demi keadilan dan kemanusiaan.
Pekan Olahraga Nasional pertama digelar pada masa perang mempertahankan kemerdekaan melawan Belanda.
Pekan Olahraga Nasional pertama digelar pada masa perang mempertahankan kemerdekaan melawan Belanda.
transparant.png
bottom of page