top of page

Raffles dan Dua Abad The History of Java

Raffles tidak tahu terima kasih. Dia tidak menyebutkan para penyumbang bahan dalam karyanya The History of Java.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan Thomas Stamford Raffles karya George Francis Joseph. (National Portrait Gallery, London/Wikimedia Commons).

7 Mar 2017
3 menit membaca

Diperbarui: 6 Jul

THOMAS Stamford Raffles adalah pengingat yang jempolan. Dia tekun mendengarkan cerita-cerita dari beberapa kolega seperti Bupati Yogyakarta, Tan Jin Sing, dan Bupati Semarang Surohadimenggolo, tentang tempat-tempat eksotis di Jawa. Bukan itu saja, dia pun rajin mengumpulkan tulisan-tulisan terdahulu mengenai segala hal yang berhubungan dengan Jawa, terutama dari sisi budayanya. Dari situ, dia pun doyan jalan-jalan.


Maka tak heran, setahun setelah purnatugas di Hindia Belanda, dia menerbitkan karya besarnya, The History of Java pada 1817. Buku itu dibaca banyak orang Eropa dan mengundang hasrat beberapa pelancong untuk berkunjung ke Jawa. Beberapa lokasi eksotis yang pernah dicatat dalam The History of Java, hari ini pun menjadi destinasi pariwisata yang ramai.


“Menurut saya, Raffles sebagai orang yang mengeksploitasi daerah-daerah yang kini menjadi tujuan pariwisata. Dalam pandangan pariwisata sekarang, Raffles disebut perintis. Dia memperkenalkan daerah-daerah yang menarik untuk dikunjungi. The History of Java menjadi rujukan penjelajah yang datang ke Hindia Belanda seperti Ida Laura Reyer Pfeiffer dari Austria. Raffles lebih menyukai daerah-daerah, jika memakai kacamata pariwisata hari ini, adalah wisata budaya. Dia menulis banyak mengenai candi-candi,” terang Ahmad Sunjayadi, pengajar di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, dalam diskusi “Raffles dan Kita: 200th The History of Java” di Balai Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) Jalan Veteran, Jakarta Pusat, 6 Maret 2017.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Abdul El-Sayed sukses jadi senator muslim pertama bermodalkan people power. Siapa dia sebenarnya?
Abdul El-Sayed sukses jadi senator muslim pertama bermodalkan people power. Siapa dia sebenarnya?
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Cerita lama tentang feodalisme, priayi intelek dan misteri raibnya sebuah patung.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Drama persaingan sekaligus persahabatan dua pembalap flamboyan legendaris yang memicu adrenalin.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
Kisah-kisah unik cabang menembak di Olimpiade. Dari menembak merpati sampai duel ala Koboi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
Mayoritas museum di Indonesia masih menampilkan sisi rekreasi.
transparant.png
bottom of page