top of page

Raja Bubur dari Sambas

Bubor paddas atau bubur pedas khas Sambas tak sepedas yang dibayangkan. Membangkitkan selera makan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Bubur pedas khas Sambas. (Arysza Sativa/Historia.ID).

30 Jun 2025
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

SETELAH diserang diare, Dwi Suprapti lemas. Dia juga tak punya selera makan. Padahal dia butuh asupan bergizi dan kaya serat alami untuk memulihkan stamina. Dia teringat makanan favoritnya: bubor paddas atau bubur pedas khas Sambas. Dia lantas meraih telepon seluler dan mencari informasi melalui aplikasi penjualan daring. Hoplah, sebuah rumah makan menyediakan menu itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page