top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Raja Bubur dari Sambas

Bubor paddas atau bubur pedas khas Sambas tak sepedas yang dibayangkan. Membangkitkan selera makan.

29 Jun 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Bubur pedas khas Sambas. (Arysza Sativa/Historia.ID).

  • 30 Jun 2025
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

SETELAH diserang diare, Dwi Suprapti lemas. Dia juga tak punya selera makan. Padahal dia butuh asupan bergizi dan kaya serat alami untuk memulihkan stamina. Dia teringat makanan favoritnya: bubor paddas atau bubur pedas khas Sambas. Dia lantas meraih telepon seluler dan mencari informasi melalui aplikasi penjualan daring. Hoplah, sebuah rumah makan menyediakan menu itu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Kala Sultan Mehmed Memburu Dracula di Bulan Puasa

Murka karena utusannya dibantai dengan bengis, Sultan Mehmed II membalas dengan kekuatan penuh. Walau berhasil kabur, nasib Vlad Dracula berakhir tragis.
Pahit Getir Hidup Sjahrir

Pahit Getir Hidup Sjahrir

Menjelang akhir hayatnya, Sutan Sjahrir hidup sebagai tahanan dalam perawatan. Namun, justru pada saat itulah putrinya merasakan kehidupan sebagai keluarga yang utuh.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Gowa Masuk Islam

Gowa Masuk Islam

Islamisasi di Gowa dan Makassar makan waktu panjang meskipun raja-raja di sana sangat terbuka.
bottom of page