- 19 Jan 2017
- 4 menit membaca
Diperbarui: 14 Nov 2025
TERNYATA di sekitar laporan pertanggungjawaban Presiden Sukarno yang dikenal dengan Pelengkap Nawaksara (10 Januari 1967), pembesar Tentara Nasional Indonesia (TNI) di lingkaran Soeharto berupaya mengasingkan Bung Karno ke Jepang secara hormat.
Menurut arsip Departemen Luar Negeri Jepang yang baru dibuka atas tuntutan penulis, oknum TNI (namanya dihitamkan dalam dokumen) secara diam-diam menghubungi staf Kedutaan Jepang di Jakarta. Mereka menyampaikan keinginan untuk memberangkatkan Bung Karno ke Jepang dan tinggal di sana dalam jangka waktu cukup lama, paling tidak sampai selesai pemilihan umum yang rencananya digelar tahun 1968.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












