top of page

Menyambut Koleksi Kurasawa

Masih banyak misteri yang belum diungkap tuntas mengenai masa pendudukan Jepang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tentara Jepang sedang berlari bersama penduduk Indonesia. (Dok. Aiko Kurasawa).

15 Mei 2019
2 menit membaca

MASA pendudukan Jepang telah lewat 74 tahun silam. Namun masih banyak misteri yang belum tuntas. Buku Bibliografi Beranotasi Sumber SejarahMasa Pendudukan Jepang di Indonesia ini bertujuan menjadi pintu gerbang bagi peneliti muda Indonesia.


Buku ini memuat daftar lengkap sumber-sumber sejarah primer dari berbagai tempat. Selain koleksi Kishi Koichi dan koleksi Nishijima Shigetada yang sebelumnya sudah dikenal para peneliti, buku ini mendata sumber-sumber dari lembaga resmi seperti Lembaga Kajian Pertahanan Jepang (NIDS), Arsip Departemen Luar Negeri Jepang, dan Perpustakaan Parlemen Jepang.


Selain itu, buku ini memuat sumber-sumber arsip dari Asahi Shinbun, salah satu penerbit suratkabar resmi pada masa pendudukan Jepang, terutama di Jawa dan Borneo (Kalimantan). Pada masa itu ada Jawa Shinbun dan Borneo Shinbun yang terbit di bawah Asahi Shinbun. 

 

Yang paling menarik dari daftar sumber dalam buku ini adalah koleksi pribadi milik Aiko Kurasawa, sejarawan Jepang. Kurasawa-sensei telah meneliti Indonesia selama lebih dari 50 tahun dan mengumpulkan banyak sumber primer. Dokumen-dokumen yang dikumpulkannya meliputi catatan harian, dokumen pribadi dari pelaku/saksi sejarah, dan beberapa dokumen yang tidak diketahui lagi lokasi penyimpanannya.  


Dengan menyajikan daftar inventaris yang lengkap, buku ini berfungsi sebagai penuntun awal bagi para peneliti untuk melihat langsung sumber arsip dan dokumen pada masa pendudukan Jepang. Lebih jauh, buku ini dapat menjadi batu pondasi untuk menyelami sumber-sumber primer guna meningkatkan pengetahuan kita sendiri.


Judul: Bibliografi Beranotasi Sumber Sejarah Masa Pendudukan Jepang di Indonesia. Penyusun: Aiko Kurasawa dan Mitsuko Nanke.Penerbit: Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Terbit: Jakarta, 2018. Tebal: 266 halaman.
Judul: Bibliografi Beranotasi Sumber Sejarah Masa Pendudukan Jepang di Indonesia. Penyusun: Aiko Kurasawa dan Mitsuko Nanke.Penerbit: Direktorat Sejarah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Terbit: Jakarta, 2018. Tebal: 266 halaman.

Tantangan bagi Peneliti Muda


Memang, sebagian besar sumber arsip dan dokumen ini ditulis dalam bahasa Jepang.  Bagi peneliti Indonesia, mempelajari bahasa Jepang tentu menjadi tantangan tersendiri. Bukan hanya sekadar untuk berbicara, tapi membaca naskah. Terlebih naskah tulisan tangan. Pula, dalam bahasa Jepang dari masa Perang Dunia II. Bahasa Jepang, seperti bahasa-bahasa lainnya, mengalami perubahan dan perkembangan drastis. Bahasa Jepang masa Perang Dunia II jelas berbeda dari bahasa Jepang abad ke-21.


Bekerjasama dengan peneliti Jepang adalah salah satu cara mengatasi tantangan ini. Saat ini, penelitian sejarah tidak bisa mengabaikan aspek kerjasama antarpeneliti dari berbagai bangsa.

Dari kerjasama ini diharapkan akan tumbuh generasi baru Indonesia yang benar-benar ahli membaca arsip dan dokumen sejarah Jepang. Dengan kemahiran berbahasa yang mumpuni, peneliti muda Indonesia tentu akan punya andil yang penting dalam mengembangkan teknis membaca dan menafsir sejarah. 


Selain itu, dari daftar sumber-sumber primer ini terlihat bahwa masih ada banyak kisah sejarah yang belum sepenuhnya digarap. Kisah-kisah ini masih terpendam, belum sepenuhnya dipahami, atau masih perlu ditafsir-ulang. Ini adalah lahan yang terbuka lebar bagi peneliti muda Indonesia.


Jalan Masih Panjang


Di samping arsip dan dokumen dari zaman penjajahan Jepang, sesungguhnya masih ada banyak foto dan film yang belum seluruhnya diinventaris lengkap dan dikategorisasikan. Foto dan film adalah juga sumber sejarah penting. Karena itu, perlu kiranya ada usaha untuk melengkapi ini.


Buku ini diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan tujuan untuk menyebarluaskan upaya pengembangan penulisan sejarah. Dengan menggunakan dana publik, buku ini tidak untuk dijual. Kiranya, buku ini dapat diperoleh dengan mudah, tak terkecuali bagi para peminat sejarah di tanah air.


Acara peluncuran buku ini akan berlangsung pada 26 Juni 2019 di perpustakaan Universitas Rikkyo, Tokyo, dengan dihadiri Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid sebagai pembicara utama. Juga akan berlangsung seminar yang akan dihadiri sejumlah peneliti Jepang antara lain Nakamura Mitsuo, Hayase Shinzo, dan Himemoto Yumiko.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
bg-gray.jpg
Cerita dari Museum Gatot Soebroto di Ungaran. “Rumah Prihatin” yang kaya cerita meski hanya setahun ditinggali sang jenderal.
bg-gray.jpg
Selepas meninggalkan militer, Gatot Soebroto ikut mendirikan IPKI dan lolos ke parlemen. Namun, dia mengundurkan diri karena diangkat sebagai wakil KSAD.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Delapan akademisi mencurahkan harapan dan usulan rekomendasi untuk keadilan Pemilu. Mengingatkan spirit para pendiri bangsa dan perjuangan Reformasi 1998.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Pameran foto-foto zaman revolusi yang belum pernah beredar. Menampilkan wajah baru sejarah Indonesia awal kemerdekaan.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Seperti halnya Lebaran, anak-anak dan para jemaat mengenakan baju baru di hari Natal.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
Mengutip pidato Sukarno, Basuki Tjahaja Purnama meminta pendukungnya tidak golput. Pilihlah partai politik yang teruji dan berkomitmen pada Pancasila.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Selain Indonesia, ada tiga negara lain yang pernah batal jadi host Piala Dunia U-20. Salah satunya bahkan sampai dua kali.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
Setelah lama berseberangan, pemerintah Jepang akhirnya merekrut sastrawan komunis, Takeda Rintaro. Dikirim ke Jawa untuk memimpin Pusat Kebudayaan.
transparant.png
bottom of page