Diperbarui: 11 Agu
DARI sekian banyak sejarawan asing atau Indonesianis yang meriset dan membukukan studinya tentang revolusi kemerdekaan Indonesia, David van Reybrouck mengambil perspektif berbeda yang selama ini jarang digali. Reybrouck yang seorang arkeolog dan pakar studi budaya asal Belgia “menjahit” setiap benang merah gerakan revolusi di Indonesia yang nyatanya menginspirasi perubahan dunia pasca-Perang Dunia II.
Dengan mewawancarai hampir 200 saksi mata beragam peristiwa di seputar Perang Kemerdekaan RI (1945-1949) yang ia temui di Indonesia hingga Nepal, Reybrouck merangkumnya dalam sebuah buku tebal berbahasa Belanda dengan tajuk Revolusi: Indonesië en het ontstaan van de moderne wereld (2020). Pada 2024, hasil risetnya sepanjang enam tahun itu dialihbahasakan ke bahasa Inggris menjadi Revolusi: Indonesia and the Birth of the Modern World.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional Irine Hiraswari Gayatri memandang buku itu penting untuk jadi suplemen generasi muda, utamanya pelajar. Pasalnya, tidak hanya menggambarkan perjalanan bangsa Indonesia dari masa pra-kemerdekaan, tapi juga menonjolkan kisah pemuda yang terlibat dalam gerakan revolusi yang namanya selama ini tak pernah ada di buku-buku sejarah.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















