top of page

Roem: Tidak Ada Waktu Membenci Sukarno

Mohammad Roem sangat terkesan oleh kebijakan ibu dari Subadio Sastrosatomo. Salah satunya meminta sang anak untuk memaafkan Presiden Sukarno yang telah memenjarakannya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mohammad Roem (depan paling kiri) saat menjadi menteri luar negeri. (Wikimedia Commons).

21 Mei 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 12 Jul

PERIODE 1960-an merupakan tahun-tahun terberat bagi perpolitikan Indonesia. Perubahan sikap Presiden Sukarno yang dianggap menjadi penyebabnya. Gelombang kehancuran pun begitu kentara saat pemerintah mulai menutup diri dari berbagai kritik. Juga saat mereka semakin reaktif terhadap berbagai tindakan yang dinilai bertentangan dengan kebijakan sang pemangku kekuasaan.


Akibatnya, pada 1962, enam orang tokoh penting tersingkir dan dipenjarakan. Sebagian dari mereka adalah kawan yang pernah berjuang bersama Sukarno semasa kemerdekaan, yakni: Sutan Sjahrir, Prawoto, Mohammad Roem, Subadio Sastrosatomo, Anak Agung Gde Agung, dan Sultan Hamid. Bagi Roem, diceritakan dalam Bunga Rampai dari Sejarah, penangkapan tersebut cukup membuat ia dan kawan-kawannya tertekan.


“Alasannya karena menurut “logika revolusi” harus ditarik garis yang tegas antara kawan dan lawan. Karena kami tidak dapat dipandang sebagai kawan maka kami dianggap musuh. Sangat sederhana berpikir menurut logika revolusi!” tegas Roem.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah was accused of being pro-American for allowing a Hollywood movie to be screened.
bg-gray.jpg
Djalimin was sentenced to 15 years in prison for killing a Dutch man who was about to rape her. A question posed by a member of the Indonesian House of Representatives to the government led to her release.
bg-gray.jpg
Bersama Henk Sneevliet, Adolf Baars mempelopori komunisme di Indonesia. Takdir keduanya setali tiga uang, berakhir tragis di tangan Nazi.
Seorang perupa mengangkat kejahatan kemanusiaan pada 1965 menjadi tema karyanya. Dekonstruksi tanpa provokasi.
Seorang perupa mengangkat kejahatan kemanusiaan pada 1965 menjadi tema karyanya. Dekonstruksi tanpa provokasi.
Kita kerap curiga terhadap apa yang disebut asing, betapapun absurdnya pengertian soal asing itu sendiri.
Kita kerap curiga terhadap apa yang disebut asing, betapapun absurdnya pengertian soal asing itu sendiri.
Legenda bulutangkis serba bisa. Keunggulan postur dan teknik pukulan Verawaty Fadjrin berbuah prestasi berlimpah.
Legenda bulutangkis serba bisa. Keunggulan postur dan teknik pukulan Verawaty Fadjrin berbuah prestasi berlimpah.
Sepakbola Vietnam bermula dari para kolonialis Prancis. Butuh waktu lama bereinkarnasi dari abu imbas serangkaian konflik.
Sepakbola Vietnam bermula dari para kolonialis Prancis. Butuh waktu lama bereinkarnasi dari abu imbas serangkaian konflik.
Segala permasalahan tak harus selesai dengan adu otot. Hanya dengan kepala dingin, semua masalah akan mencair.
Segala permasalahan tak harus selesai dengan adu otot. Hanya dengan kepala dingin, semua masalah akan mencair.
transparant.png
bottom of page