- 9 Agu 2023
- 3 menit membaca
Diperbarui: 9 Mei
AKHIR tahun 1894, tentara Koninklijk Nederlands-Indische Leger (KNIL) sedang sibuk di Lombok. Pasukan Batalyon ke-2, Batalyon ke-6, Batalyon ke-7, dan Batalyon ke-9, seksi artileri gunung, dan satu seksi zeni KNIL di bawah pimpinan Jenderal Mayor Segov, pengganti Jenderal Mayor P.P.H. van Ham, selaku wakil panglima Ekspedisi Lombok, berusaha keras mengusai Lombok.
Mereka juga ditugaskan mengejar para pelarian dari Bali. Koran Java-bode, 21 November 1894, memberitakan, sekitar 400 orang Bali yang melawan Belanda di Lombok antara lain dipimpin Brahmana Ida Wayan Jelantik.
Pengejaran orang-orang Bali itu tidaklah mudah. Dalam pergerakannya, pasukan Batalyon ke-6 KNIL yang mengejar mereka harus melewati tumpukan puing dan pohon-pohon tumbang. Pasukan KNIL baru berhasil merebut Kampung Monjok pada 7 November.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















