- 3 Jan 2025
- 2 menit membaca
Diperbarui: 25 Jun
NUN jauh di Zurich, Swiss sana, terdapat bangunan megah bernama Villa Patumbah. Nama villa itu tak berbau Eropa, melainkan mirip nama sebuah daerah di Sumatra Utara. Villa itu dibantung Karl Fürchtegott Grob (1830-1893) setelah dia kaya sepulang dari Sumatra.
Selagi muda, Grob merupakan lelaki yang putus sekolah lalu mengadu peruntungan dengan menjadi pedagang. Mula-mula dia pergi ke Messina, di sekitar pulau Sisilia, Italia. Di sana dia mengenal Hermann Naeher. Keduanya lalu bersatu dalam Firma Grob & Naeher.
Kabar kesuksesan penanaman tembakau di Deli sampai kepada mereka sekitar tahun 1869. Mereka pun berangkat ke Medan. Mula-mula seorang Swiss bernama Albert Breker menampung mereka untuk sementara waktu di sekitar Medan. Breker adalah pendiri perkebunan yang dikenal sebagai Onderneming Halvetia. Sampai Kesultanan Serdang memberi mereka kesempatan.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















