top of page

Sikap KAA pada Konflik Israel-Palestina

Kasus Palestina-Israel jadi salah satu bahasan Konferensi Asia-Afrika 1955. Ada beda pendapat dan terjadi perdebatan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Suasana Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955. (Wikimedia Commons).

22 Mei 2021
3 menit membaca

KONFLIK antara Israel dan Palestina kembali memanas sejak bentrokan antara tentara Israel dan warga sipil palestina pecah pada akhir April lalu di Yerusalem. Bentrokan kemudian diikuti saling serang antara tentara Israel dan Hamas di pihak Palestina. Bentrokan ini sempat terhenti melalui gencatan senjata pada Jumat dini hari 21 Mei 2021. Namun, siangnya, bentrokan pecah lagi usai sholat Jumat di Masjid al-Aqsa, Jerusalem.


Masalah Palestina telah dibicarakan dalam Konferensi Asia-Arika 1955 serta Konferensi Kolombo dan Konferensi Bogor yang diadakan sebelumnya. Bagaimana sikap negara-negara peserta KAA yang kala itu bersolidaritas atas nama anti-kolonialisme?


Menurut sejarawan Wildan Sena Utama dalam Dialog Sejarah “Gerakan Asia Afrika dan Pembebasan Palestina” di saluran Youtube dan Facebook Historia, Jumat, 21 Mei 2021, sikap mengenai Palestina telah disampaikan oleh Indonesia dan Pakistan sejak Konferensi Kolombo pada 1954.


“Jadi, Indonesia dan Pakistan itu mengangkat masalah Palestina karena itu juga berkaitan dengan kolonialisme yang menjadi konsern dari negara-negara Asia yang berkumpul di Kolombo pada waktu itu. Dan mereka menyatakan, kedua negara itu, sikap keras terhadap agresi Israel di Palestina,” sebut Wildan.


Konferensi Kolombo, lanjut WIldan, akhirnya menghasilkan satu simpati terhadap penderitaan Palestina yang diikuti oleh mendesak PBB untuk turut dalam penyelesaian konflik dan mengirim kembali para pengungsi Palestina.


Masalah Palestina kemudian dibawa ke pembahasan persiapan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bogor pada tahun yang sama. Dalam pertemuan di konferensi yang juga disebut Konferensi Bogor atau Konferensi Lima Negara itu, perdebatan muncul sehubungan dengan undangan KAA kepada China dan undangan kepada Israel. Indonesia dan Pakistan masih bersikap sama, menentang pengakuan terhadap Israel. Sementara Burma dan Sri Lanka, tidak keberatan jika Israel diundang dalam KAA.


Burma tidak melakukan penolakan terhadap Israel karena kedua negara tersebut memiliki hubungan ekonomi-politik. Sikap ini dipertahankan hingga ketika KAA digelar. Burma meminta kepada delagasi lain tidak memaksakan Burma agar menentang Israel.


India, yang kala itu dipimpin oleh Jawaharlal Nehru, bersikap mendua dalam kasus itu. India tidak menolak diundangnya Israel, namun khawatir jika Israel diundang, negara-negara Arab akan absen dari KAA.


KAA yang diselenggarakan di Bandung pada 18-24 April 1955 akhirnya tak mengundang Israel. Dalam konferensi bangsa-bangsa baru merdeka di Asia-Afrika itu, isu Palestina menjadi salah satu perhatian utama di bidang politik.


“Jadi isu Palestina masuk ke dalam komite politik. Dan di sana Sukarno juga berbicara lantang di dalam pidato pembukannya,” terang Wildan.


Dalam pidatonya, Sukarno menekankan mengenai apa yang menjadi dasar solidaritas negara-negara Asia-Afrika. Ia mengingatkan bahwa Asia-Afrika disatukan oleh sikap anti-kolonialisme, anti-rasialisme, dan keinginan membangun perdamaian dunia.


“Dan Sukarno juga menekankan bahwa solidaritas Asia-Arika ini juga disatukan oleh apa yang dia sebut sebagai the lifeline of imperialism, garis hidup imperialisme yang menurut Sukarno itu membentang dari Selat Gibraltar, Laut Mediterania, Terusan Suez sampai ke Indian Ocean,” sambungnya.


Anti-kolonialisme isu Palestina juga paralel dengan perjuangan kemerdekaan Al-Jazair, Maroko, dan Tunisia. Saat itu, negara-negara Arab dengan keras mengutuk zionisme internasional.


“Jadi mereka mengkomplain bagaimana resolusi PBB terhadap masalah Palestina itu tidak dijalankan oleh Israel. Dan juga negara-negara Arab itu mengatakan bahwa Zionisme adalah cruel imperialism: imperialism yang kejam,” terang Wildan.


Sementara itu, India menolak zionisme diklasifikasikan sebagai imperialisme meskipun mengakui bahwa zionisme merupakan langkah agresif. India juga mengingatan tentang pembantaian terhadap Yahudi di Jerman, Polandia, dan Austria yang membuat orang Yahudi berkeinginan mendirikan negara sendiri.


China juga punya sikap sendiri. Dalam pidatonya, PM Zhou Enlai mendukung negara-negara Arab dalam kasus Palestina. Zhou Enlai menegaskan bahwa ia menolak intervensi kekuatan asing di Palestina. Hal ini ia paralelkan dengan kasus Taiwan di mana dia mengutuk ancaman pangkalan militer Amerika Serikat.


Meski terjadi beberapa perbedaan pendapat, KAA sepakat bahwa isu Palestina masuk dalam permasalahan kemanusiaan serta perlu segera diselesaikan.


“Dan akhirnya Konferensi Asia-Afrika menyetujui dalam final komunikenya yang disebut sebagai Dasasila Bandung sendiri itu, ada poin tentang dukungan terhadap masalah Palestina itu sendiri sebagai salah satu ancaman dari ketegangan dunia, seperti itu. Dan mendesak agar pengungsi Arab itu dikembalikan lagi ke tanah mereka,” jelas Wildan.*

 
 
 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi kepala polisi wilayah Banyumas pada awal kemerdekaan. Dekat dengan anak buah, Gatot berhasil memimpin pasukan dalam pertempuran Ambarawa.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
Setelah mendapat janji gubernur DKI, ada harapan Masjid Jami Al Masur direstorasi. Namun, prosesnya tak mudah.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Buku ini hadir dengan membawa perspektif baru dalam memandang konflik Israel versus Palestina, yang selama ini nyaris terabaikan: sepakbola.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Mars menjadi destinasi utama robot-robot penjelajah ilmiah karena manusia belum mampu sampai ke sana. Namun robot-robot itu tak bisa pulang ke Bumi.
Dari sebuah pelana kuda, Hermes menjadi kunci untuk memasuki kalangan sosialita.
Dari sebuah pelana kuda, Hermes menjadi kunci untuk memasuki kalangan sosialita.
Penjualan vas antik di tengah situasi ekonomi yang sulit menyulut kemarahan masyarakat China.
Penjualan vas antik di tengah situasi ekonomi yang sulit menyulut kemarahan masyarakat China.
transparant.png
bottom of page