Diperbarui: 1 Sep
PADA suatu pagi, 1 September 1937, seorang serdadu mengamuk di tangsi Batalion Infanteri ke-8 tentara Koninklijk Nederlandsche Indische Leger (KNIL) di Rampal, Malang. Dia memegang klewang yang biasa dipakai serdadu KNIL. Setelah merobohkan istrinya, dia mengancam anak-anak dan perempuan lain.
Seorang sersan Jawa kemudian mengambil sebilah besi dari pagar. Dengan besi dan kemampuan teknik bermain anggar, dia berhasil merobohkan serdadu mengamuk itu. Kejadian itu tercatat dalam koran-koran Belanda, seperti De Locomotief dan De Indische Courant edisi 17 Maret 1939.
Koran tersebut menyebut, atas kejadian itu, sersan Jawa kelas satu bernama Soeratman dianugerahi penghargaan medali kehormatan Orde Oranje Nassau perak dan pedang. Bintang itu diberikan kepadanya dalam sebuah upacara militer yang mana atasannya memujinya.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















