top of page

Sorak-Sorak Bergembira Keliling Kota

Lagu-lagu perjuangan dinyanyikan di atas truk untuk merayakan kemerdekaan pada 1945. Pasca-1965, dinyanyikan para tapol di atas truk menuju pembuangan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Para pejuang Indonesia siap-siap memasuki kota setelah gencatan senjata dengan militer Belanda, Oktober 1949. (Arsip Nasional Belanda).

31 Jul 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 18 Mei

PADA masa revolusi 1945, komponis Cornel Simanjuntak membuat lagu berjudul “Sorak-Sorak Bergembira” yang kemudian menjadi populer dan banyak dinyanyikan para pejuang. Pada suatu hari, Cornel mengajak kawan-kawannya berkeliling Jakarta. Mereka lalu berkeliling dari kampung ke kampung menggunakan mobil bak terbuka.


“Di sepanjang jalan, dengan iringan sebuah gitar kami menyanyikan lagu-lagu perjuangan Sorak-Sorak Bergembira, Maju Tak Gentar dan lain-lain, sambil melambai-lambaikan bendera merah putih,” kisah Binsar Sitompul dalam Cornel Simanjuntak, Komponis, Penyanyi, Pejuang.


Dalam rombongan itu turut serta Suryo Sumanto, D. Djajakusuma, Gayus Siagian, hingga Usmar Ismail. Belakangan, rombongan ini menjadi tokoh-tokoh kebudayaan ternama di Indonesia dari bidang musik hingga perfilman.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Pesta petasan pada malam tahun baru di ibukota malah menjadi bencana. Presiden Soeharto sampai turun tangan.
Pesta petasan pada malam tahun baru di ibukota malah menjadi bencana. Presiden Soeharto sampai turun tangan.
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Lebih dari 80 nyawa jurnalis menguap di tangan aparat Israel. Tak sekalipun pelakunya diseret ke muka hukum.
Lebih dari 80 nyawa jurnalis menguap di tangan aparat Israel. Tak sekalipun pelakunya diseret ke muka hukum.
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
transparant.png
bottom of page