top of page

Suku Laut Sriwijaya

Ketika akan berperang, Sriwijaya menghimpun kekuatan armadanya dari para orang kaya, tentara dari raja-raja taklukan, dan suku laut.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Replika hunian suku laut yang ditampilkan dalam pameran Kedatuan Sriwijaya di Museum Nasional Jakarta, November 2017. Foto: Aryono/Historia.

13 Nov 2017
3 menit membaca

Diperbarui: 3 Mei

ENAM manekin berambut gondrong, berikat kepala putih, bertelanjang dada hanya memakai kain penutup daerah vital, dan menyandang sebuah tombak. Mereka berdiri dalam sebuah replika rumah kayu: hunian suku laut.


Siapakah suku laut itu? Bambang Budi Utomo, arkeolog senior Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, pernah meneliti suku laut yang replikanya ditampilkan dalam pameran “Kedatuan Sriwijaya” di Museum Nasional selama November 2017. Suku laut berdiam di pantai timur Sumatra. Mereka sudah berabad-abad lampau mendiami daerah rawa-rawa ini.


“Merekalah para diaspora Austronesia, para penutur bahasa Austronesia. Mereka dari daerah Sambas, Kalimantan, yang kemudian menyeberang ke pantai timur Sumatra. Mereka mendiami daerah rawa ini. Mereka makan dari makanan yang hidup di air seperti ikan dan burung. Merekalah yang bisa disebut sebagai suku laut,” kata Bambang kepada Historia.ID.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page