top of page

Tekad Sukarno di Konferensi Asia-Afrika

Konferensi Bandung pada 1955 menjadi ajang untuk Sukarno memupuk persaudaraan dan solidaritas di antara bangsa-bangsa Asia-Afrika.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sukarno, Jawaharlal Nehru, dan Gamal Abdel Nasser. (ANRI).

  • 16 Jun 2021
  • 5 menit membaca

Diperbarui: 5 Jun

BANDUNG, 1928. Sebuah gagasan tentang perjuangan muncul dari goresan tangan seorang anak muda asal Surabaya yang baru saja menamatkan sekolah teknik di Technische Hoogeschool te Bandoeng. Tulisannya berjudul “Indonesianisme dan Asiatisme”, dimuat harian Suluh Indonesia Muda, cukup membuat gempar Hindia Belanda. Sukarno, nama sang anak muda itu, membawa gagasan baru untuk gerakan kemerdekaan di tanah airnya. Sebuah ide perjuangan yang nantinya akan membawa semangat persatuan di wilayah Asia dan Afrika.


Di dalam artikel tersebut, Bung Karno banyak menyebut tentang semangat Asia. Dijelaskan Bakran Asmawi, dkk dalam Pesan Pembaharuan dari Bandung, Si Bung menggambarkan kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905, dan kemenangan Turki di bawah pimpinan Mustafa Kemal Pasha di medan perang Afyonkarahisar, sebagai kemenangan Asia atas Eropa.


Demikian halnya dengan kemenangan Mesir, Cina, dan India atas imperialisme Inggris yang telah bercokol lama di sana. Tidak hanya untuk bangsa Asia secara umum, kemenangan atas bangsa-bangsa Eropa itu, bagi Sukarno, merupakan kemenangan Indonesia juga, sebab imperialisme yang menjerat Indonesia bukan hanya Belanda saja, tetapi imperialisme internasional.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
bg-gray.jpg
Pernah populer sebagai pohon peneduh bersama asam jawa dan flamboyan. Kini, tanaman ini menjadi salah satu pohon yang paling populer untuk aktivitas penghijauan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berduka secara beruntun. Kehilangan orang dekat dalam waktu singkat.
bg-gray.jpg
Penyebaran pamflet provokatif oleh Front Pemuda Sunda bikin geger. Parlemen sampai memanggil perdana menteri. Ketidakadilan jadi pangkalnya.
Film fiksi sains dan fantasi lahir karena ketakutan pada komunisme, nuklir, dan dunia yang terkomputerisasi.
Film fiksi sains dan fantasi lahir karena ketakutan pada komunisme, nuklir, dan dunia yang terkomputerisasi.
Layar bioskop dihujani lesatan panah dan tombak, desingan pedang dan peluru, serta ledakan bom. Menegangkan.
Layar bioskop dihujani lesatan panah dan tombak, desingan pedang dan peluru, serta ledakan bom. Menegangkan.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Apa yang bisa didapatkan dari perang? Mungkin kuasa, bisa juga kebanggaan. Yang pasti, derita  korban.
Kapan dan Bagaimana asal-usul julukan Tim Garuda? Begini kisahnya.
Kapan dan Bagaimana asal-usul julukan Tim Garuda? Begini kisahnya.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Pandemi COVID-19 berimbas pada Olimpiade Tokyo. Seolah mengulang cerita kelam 80 tahun silam meski penyebabnya berbeda.
Upaya menciptakan kondisi kerja yang adil gender masih diperjuangkan sampai sekarang.
Upaya menciptakan kondisi kerja yang adil gender masih diperjuangkan sampai sekarang.
transparant.png
bottom of page