- 17 Feb 2024
- 3 menit membaca
Diperbarui: 30 Apr
HENDRIK Cornelis Kruyt seorang misionaris Belanda pertama yang dikirim untuk mengabarkan Injil di Tanah Karo, Sumatera Utara. Dia datang ke sana pada tahun 1890. Pada suatu hari, Kruyt ikut serta dalam pesta jamuan makan besar masyarakat setempat. Siapa nyana pemandangan yang disaksikan Kruyt malah membuatnya jadi frustasi.
Seekor kerbau disembelih. kental dari darah tubuh hewan itu menyembur ke mana-mana. Kruyt kemudian melihat orang-orang menyendok dan menyimpan sisa-sisa rumput yang dicerna dalam perut kerbau. Perasan rumput itu dijadikan kuah yang disebut terites, atau dalam bahasa lokal yang lain juga disebut pagit-pagit yang artinya agak pahit. Meski terlihat menjijikkan, Kruyt mencoba memasang ekspresi muka datar. Namun, dalam hati, dia meringis.
“Memakan makanan kerbau yang masih ada di perut dan isi kedalaman setengah dan hampir seluruhnya empuk, sudah cukup untuk mengubah omnivora menjadi vegetarian selama satu menit. Aku benar-benar muak, tapi aku mampu tampil tenang sepenuhnya” tutur Kruyt seperti dikisahkan ulang Rita Smith Kipp dalam The Early Years of a Dutch Colonial Mission: The Karo Field .
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















