top of page

The Price of Independence: Two Other Massacres by the Dutch

More than a hundred thousand people died throughout Indonesian war of independence against the Netherlands. Most were innocent civilians.

loading_historia_white.gif
transparant.png

The graves of the victims of the Dutch army massacres in Takokak. (Hendi Jo/Historia.ID).

19 Jun 2023
5 menit membaca

CORPORAL Kees complained in his journal. As a young Dutch man, he deplored having to continuously face upsetting situations during his service in Indonesia. His frustration culminated when he witnessed two young girls weeping while clasping to the cold bodies of their mother and younger sister inside a ditch.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page